Kesehatan

Bukan Cuma Fisik, Psikolog Sebut Kesehatan Mental Perlu Disiapkan Sejak Muda Sebelum Menopause

×

Bukan Cuma Fisik, Psikolog Sebut Kesehatan Mental Perlu Disiapkan Sejak Muda Sebelum Menopause

Sebarkan artikel ini
Menopause
Salah satu peserta talkshow sedang cek kesehatan dengan alat quantum di kantor PKBI Jawa Tengah, Kamis, 22 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Menurutnya, menopause tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika menstruasi berhenti atau keluhan mulai ԁirasakan. Perempuan perlu memahami perubahan hormonal yang terjadi selama masa pramenopause sekaligus mempersiapkan kondisi fisik untuk menghadapi fase berikutnya.

BACA JUGA: Kritik Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, LP2K Jateng: Timbulkan Dampak Psikologis

Elisabet menambahkan, pemeriksaan kesehatan sejak usia 40-an juga penting untuk membantu mendeteksi risiko penyakit lebih awal. Dengan begitu, perempuan dapat mengambil langkah pencegahan sebelum memasuki usia lanjut.

“Ketika sudah berusia di atas 50 tahun, berbagai penyakit bisa mulai muncul. Kalau sejak usia 40-an sudah melakukan skrining, risikonya bisa ԁiantisipasi lebih awal,” jelasnya.

Ia menilai, edukasi mengenai menopause perlu mencakup pengenalan perubahan fisik, hormonal, dan psikologis. Pemahaman tersebut ԁiharapkan membantu perempuan lebih siap menghadapi perubahan dalam setiap fase kehidupan.

PKBI Jateng Hadirkan Layanan Menopause dan Healthy Aging

Untuk memperluas akses terhadap edukasi dan pelayanan kesehatan, PKBI Jawa Tengah memperkenalkan layanan Menopause dan Healthy Aging melalui kegiatan soft launching bertema “Merayakan Fase Baru, Hidup Sepenuhnya” di Aula PKBI Jawa Tengah.

Ketua Pengurus Daerah PKBI Jawa Tengah, dr. Daru Lestantyo, mengatakan layanan tersebut ԁikembangkan untuk menjawab kebutuhan kesehatan perempuan pramenopause, menopause, serta kelompok pra-lansia dan lansia.

Selama ini, pelayanan kesehatan reproduksi di klinik cenderung berfokus pada kelompok usia produktif. Padahal, perempuan yang memasuki masa menopause dan kelompok lansia juga membutuhkan konsultasi serta pendampingan kesehatan.

Daru mengatakan, layanan tersebut akan mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui edukasi, konsultasi, pemeriksaan awal, dan skrining kesehatan. Apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, PKBI akan bekerja sama dengan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

BACA JUGA: Alasan Pribadi hingga Psikologis, 15 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Semarang Mengundurkan Diri

“Harapannya, klinik-klinik PKBI lain di Jawa Tengah juga bisa memberikan layanan untuk usia lanjut, termasuk terkait penuaan sehat dan menopause,” ujarnya.