Gaya Hidup

Bukan Karena Barang Hasil Curian, Ini Asal-usul Nama Pasar Maling Johar Semarang

×

Bukan Karena Barang Hasil Curian, Ini Asal-usul Nama Pasar Maling Johar Semarang

Sebarkan artikel ini
New PM Pasar Johar Resmi Dibuka, Disiapkan Jadi Magnet Belanja dan Wisata Baru Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat meninjau New PM (New Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Di balik bahasa unik itu, tersimpan pula kisah panjang mengenai asal-usul nama Pasar Maling yang hingga kini masih melekat di kawasan Pasar Johar.

Eko bercerita, pada era 1980-an banyak barang impor dari Singapura maupun negara lain yang masuk melalui pelabuhan dan kemudian berjualan di kawasan Johar dengan harga lebih murah daripada toko-toko pada masa itu.

“Kami dulu banyak menjual barang dari pelabuhan. Barang-barangnya bagus, bahkan banyak yang bermerek, tapi kami jual dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Seiring bertambahnya pedagang, aktivitas jual beli meluas hingga kawasan Kanjengan. Mereka berjualan pada malam hari dengan penerangan lampu petromax yang minim.

Suasana yang gelap tambah harga barang yang jauh lebih murah membuat masyarakat mulai berspekulasi bahwa barang tersebut merupakan hasil curian. Dari situlah sebutan “Pasar Maling” perlahan muncul dan terus masyarakat kenal hingga sekarang.

“Karena jualannya malam, pakai petromax, barangnya murah, orang kemudian menyebut seperti barang malingan. Padahal kami hanya mengambil untung sedikit,” jelas Eko.

Meski mengakui kemungkinan pernah ada segelintir barang hasil kejahatan yang masuk melalui pihak ketiga pada masa lalu. Eko menegaskan para pedagang tidak mengetahui asal-usul barang yang ia tawarkan kepada mereka.

“Kalau ada orang datang menjual barang bekas, kami juga tidak tahu itu asalnya dari mana. Kami membeli sesuai harga barang bekas saat itu,” katanya.

Cerita serupa Kepala Bidang Penataan dan Penetapan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bagas Yuwono Ario Negoro utarakan. Menurutnya, nama Pasar Maling lebih terkenal karena identik dengan barang bermerek dan barang bekas berkualitas yang mereka jual dengan harga murah.

BACA JUGA: Siap-siap! Pemkot Bakal Bangkitkan Lagi Pasar Maling di Johar Semarang 

“Pasar Maling sejak dulu terkenal karena menjual barang branded maupun barang second dengan harga lebih murah. Itu yang kemudian membuat masyarakat mengenalnya dengan nama tersebut,” ujar Bagas.