SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai memfokuskan penyesuaian infrastruktur jalan di wilayah Semarang Utara yang selama ini bergelombang akibat penurunan tanah.
Kawasan pesisir tersebut mengalami perubahan kontur permukaan yang memicu kondisi jalan bergelombang dan membuat pengguna jalan tak nyaman.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa keluhan warga terkait jalan di Semarang Utara bukan lantaran kerusakan berat, melainkan dampak penurunan tanah yang terjadi secara bertahap.
Meski demikian, Pemkot Semarang tetap berkomitmen melakukan penanganan agar infrastruktur tetap aman dan fungsional.
“Jalan yang mereka keluhkan itu sebenarnya bukan rusak, tetapi bergelombang karena kontur tanah dan penurunan permukaan yang sudah beberapa kali terjadi. Semarang Utara tetap menjadi perhatian kami dan akan terus kami bangun dengan menyesuaikan kondisi yang ada,” ujar Agustina saat meninjau kawasan tersebut.
Menurutnya, Pemkot Semarang tidak hanya melakukan perbaikan tambal sulam, tetapi juga menyiapkan penyesuaian struktur dan arah jalan di sejumlah titik rawan.
Penanganan ini agar jalan lebih adaptif terhadap kondisi tanah, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
BACA JUGA: Banyak Jalan Rusak di Semarang, DPU Lakukan Tambal Sulam Sambil Tunggu E-Katalog Aspal
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Lodan dan kawasan sekitarnya. Penyesuaian infrastruktur di wilayah ini harapannya mampu mengurangi dampak gelombang jalan akibat penurunan tanah yang terus berlangsung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menambahkan bahwa Pemkot telah menyiapkan program lanjutan untuk kawasan pesisir, termasuk penataan lingkungan permukiman warga.
Salah satunya adalah pengembangan area sekitar Gazebo Kampung Melayu yang akan di sulap menjadi ruang terbuka hijau.
“Kawasan sekitar Gazebo Kampung Melayu akan kami tata menjadi taman. Nantinya juga kami lengkapi fasilitas olahraga agar bisa warga manfaatkan untuk aktivitas sehari-hari,” kata Suwarto.
Selain penataan ruang terbuka hijau, Pemkot Semarang juga mencatat progres pembangunan infrastruktur jalan.
Jembatan Penyeberangan Penghubung Kawasan Pengasapan Ikan
Pada 2025, pembangunan jalan beton di sekitar kawasan Lodan telah terlaksana. Pekerjaan tersebut akan berlanjut pada 2026 dengan pembangunan ruas Jalan Lodan menuju kawasan pengasapan ikan.
“Untuk kawasan pengasapan ikan, pembangunannya kami lakukan tahun ini. Sekaligus akan membangun jembatan penyeberangan baru yang menghubungkan kawasan pengasapan dengan wilayah Tanah Mas,” jelasnya.
Terkait aspirasi warga mengenai perluasan area pemakaman, Suwarto menyampaikan bahwa Pemkot belum dapat menindaklanjuti permintaan tersebut. Pasalnya, lahan itu bukan merupakan aset milik Pemerintah Kota Semarang.
Pemkot Semarang juga menyoroti kondisi infrastruktur menuju Kampung Mangut yang masih membutuhkan revitalisasi. Upaya perbaikan rencananya mulai pihaknya lakukan secara bertahap agar akses warga semakin baik.
Sementara untuk penanganan sungai dan kanal, Suwarto menjelaskan bahwa kewenangan berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai.
Meski begitu, Pemkot Semarang tetap melakukan koordinasi, terutama terkait rencana pembangunan jembatan yang membutuhkan rekomendasi teknis dari pemerintah pusat.
“Sungai menjadi kewenangan BBWS. Namun untuk pembangunan jembatan, kami tetap berkoordinasi dan menyesuaikan dengan rekomendasi teknis yang ada,” ujarnya.
Adapun kawasan Kali Baru dan kanal di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas hingga Kali Buntu, hingga kini belum terdapat kegiatan pembangunan dari Pemkot Semarang karena masih dalam proses dan menjadi kewenangan pihak terkait. (*)
Editor: Elly Amaliyah




