Menurutnya, perkembangan industri bunga saat ini juga melahirkan berbagai sektor usaha baru, seperti florist, jasa dekorasi, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya yang memanfaatkan bunga segar sebagai produk utama.
Purnomo berharap Festival Bunga Bandungan tidak hanya memperkuat posisi Bandungan sebagai sentra penghasil bunga hias dan bunga tabur. Akan tetapi, juga memperkenalkan bunga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat kepada tingkat nasional.
“Kami ingin Bandungan ԁikenal bukan hanya sebagai sentra bunga, tetapi juga sebagai daerah yang menjadikan bunga sebagai entitas budaya yang terus ԁilestarikan,” tandas Purnomo yang juga menjabat Ketua BUMDes Jetis. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





