KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Sumanto menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk “Jogo Kali Merawat Bumi”. Kegiatan peduli alam ini melibatkan para relawan dan petani setempat.
Aksi nyata tersebut berlangsung di Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.
Dalam aksi lingkungan tersebut, Sumanto bersama warga menanam berbagai jenis bibit pohon penyimpan air. Mereka menyasar area-area strategis yang dekat dengan aliran sungai dan sumber mata air.
Jenis pohon pilihan meliputi Beringin, Preh, dan Bulu. Ketiga jenis pohon ini memiliki kemampuan luar biasa dalam mengikat air di dalam tanah.
Sumanto menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta masyarakat setempat berkomitmen kuat. Warga harus merawat bibit-bit pohon yang sudah tertanam agar bisa tumbuh besar.
Secara khusus, Sumanto juga mengimbau warga agar tidak merusak alam. Ia melarang keras masyarakat mengambil pohon-pohon tersebut secara liar untuk kepentingan pribadi.
“Saya minta warga benar-benar merawat bibit pohon penyimpan air yang hari ini kita tanam. Tolong, jangan mengambil atau mendongkel pohon ini untuk tanaman bonsai,” ujar Sumanto kepada awak media.
Menurut Sumanto, keberadaan pohon berakar kuat sangat krusial bagi keberlanjutan hidup generasi mendatang. Wilayah Kecamatan Mojogedang dan sekitarnya membutuhkan sabuk hijau yang kuat.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Gerakkan Penanaman Pohon di Girilayu, Antisipasi Krisis Air saat Kemarau
Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan air tanah, terutama saat musim kemarau panjang.
Kutip Pesan Bung Karno Soal Keikhlasan Merawat Alam
Sumanto menyebut aktivitas menanam pohon sebagai investasi masa depan. Manfaat gerakan ini memang tidak bisa langsung masyarakat rasakan hari ini. Namun, aksi peduli lingkungan saat ini akan sangat berguna bagi anak cucu kelak.
Pada kesempatan itu, ia mengutip kalimat Sansekerta yang sering Bung Karno sampaikan untuk membakar semangat perjuangan. Kalimat tersebut berbunyi “Karmanyevadhikaraste maphalesu kadacana”.






