Konsep itu mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni mengurangi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis karena persoalan ekonomi keluarga dan lingkungan tidak dapat terpisahkan.
“Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Menurut Nawal, gerakan PKK membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas. Kolaborasi dengan BUMN injy menjadi bentuk gotong royong modern yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari gerakan PKK tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara PKK sebagai penggerak komunitas akar rumput dan PT Pegadaian sebagai BUMN yang peduli pada keberlanjutan merupakan bentuk nyata gotong royong modern,” ujarnya.
Kekuatan utama program ini terletak pada jaringan PKK yang telah menjangkau hingga kelompok dasawisma. Dengan struktur tersebut, edukasi pengelolaan keuangan, investasi, kewirausahaan, hingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara masif dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga. Tidak hanya berperan mengatur keuangan rumah tangga, perempuan di dorong mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. (*)





