Danang mengaku rutin mendonorkan darahnya setiap dua bulan sekali. Menurutnya, proses donor darah juga tidak seseram yang masyarakat bayangkan.
“Saya rutin dua bulan. Sebelumnya kami cek tensi, setelah ԁicek sama petugas kami langsung lakukan donor darah,” katanya.
Ia menilai ketakutan masyarakat terhadap donor darah umumnya muncul karena jarum suntik. Padahal, kata Danang, donor darah justru memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
“Biasanya ketakutan warga buat donor darah itu jarum suntik. Tapi sebenarnya enggak terlalu masalah. Itu kan untuk menyehatkan badan. Tiap dua bulan sekali darah kita ԁiambil, terus produksi darah baru, biar tubuh lebih sehat dan bebas dari penyakit,” pungkas Danang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





