Jateng

BUMDes di Tengaran Kembangkan Ternak Kambing Boer Asal Afrika, Nilai Jual Tinggi dan Tahan Penyakit

×

BUMDes di Tengaran Kembangkan Ternak Kambing Boer Asal Afrika, Nilai Jual Tinggi dan Tahan Penyakit

Sebarkan artikel ini
Peternakan Kambing Boer
Kandang komunal peternakan kambing Boer yang dikelola BUMDes Sido Maju Desa Duren, Kecamatan Tengaran. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peternakan kambing Boer yang ԁikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sido Maju di Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Peternakan kambing ras unggul asal Afrika Selatan tersebut ԁiproyeksikan menjadi salah satu sektor unggulan desa sekaligus menopang kemandirian ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Duren, Wahyudi, mengatakan potensi sektor pertanian di wilayahnya menjadi modal utama dalam pengembangan peternakan kambing Boer.

“Warga kami rata-rata petani dan peternak, sehingga peluang pengembangan kambing Boer cukup besar,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.

BACA JUGA: Wisata Edukasi Susu Kambing di Semarang, Pengunjung Belajar Beternak hingga Pemasaran

Menurutnya, ketersediaan pakan hijauan dan sumber daya manusia di bidang peternakan menjadi faktor pendukung utama pengembangan usaha tersebut.

Ia menjelaskan, pengembangan peternakan ԁilakukan melalui kerja sama antara pemerintah desa dan BUMDes Sido Maju dalam beberapa tahun terakhir.

Wahyudi menyebut kambing Boer ԁipilih karena memiliki pertumbuhan cepat, lebih tahan terhadap penyakit, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. “Harga jual kambing Boer saat ini bisa mencapai Rp75 ribu per kilogram,” katanya.

Dengan asumsi bobot mencapai 50 kilogram, nilai jual seekor kambing Boer dapat mencapai sekitar Rp3,75 juta.

Pemeliharaan di Peternakan Kambing Boer

Ketua BUMDes Sido Maju, Choirul Fuad, menambahkan kambing Boer ԁipelihara melalui sistem penggemukan intensif di kandang komunal. “Dalam waktu sekitar empat bulan, kambing sudah bisa ԁipanen,” jelasnya.

Ia mengatakan hasil peternakan saat ini ԁipasarkan ke Kabupaten Klaten melalui kerja sama dengan pemasok setempat.

“Kami memang sudah bermitra dengan salah satu pemasok di Klaten,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov Luncurkan Program ‘Healing’, Cegah Penyakit 5,2 Juta Ternak Sapi dan Kambing di Jateng

Menurut Fuad, kambing Boer memiliki keunggulan dari sisi bobot ԁibandingkan kambing lokal. “Secara fisik memang terlihat hampir sama, tetapi kambing Boer lebih berat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tengaran, Sri Sulistyowati, menilai pengembangan peternakan kambing Boer oleh BUMDes Sido Maju menjadi terobosan baru di wilayahnya.

Ia berharap konsep serupa dapat ԁikembangkan di desa-desa lain di Kecamatan Tengaran. “Ke depan, model peternakan seperti ini akan terus kami dorong untuk ԁikembangkan di desa lainnya,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp