REMBANG, beritajateng.tv – Insiden memilukan mencoreng wajah sepak bola Jawa Tengah pada laga semifinal leg kedua Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen. Sejumlah oknum menyerang dan mengeroyok wasit Dwi Purba Adi Wicaksana sesaat setelah pertandingan berakhir.
Kejadian ini memicu reaksi keras petinggi PSSI yang menuntut Sanksi Klub PSIR Rembang secara tegas, termasuk kemungkinan pencoretan dari putaran nasional.
Exco PSSI, Muhammad Sungkar, mengutuk keras aksi anarkis tersebut dan meminta Komdis PSSI Jawa Tengah bertindak tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa hukuman tidak boleh hanya menyasar individu pelaku, tetapi harus menyentuh institusi klub.
Muhammad berharap Komdis menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada PSIR Rembang dari kepesertaan Liga 4 seri Nasional mendatang sebagai efek jera.
PSSI Tuntut Hukuman Maksimal dan Diskualifikasi Sanksi Klub PSIR Rembang
Muhammad Sungkar menilai integritas pertandingan harus tetap terjaga karena kekerasan tidak memiliki tempat di lapangan hijau. Ia menganggap insiden ini sebagai pelanggaran berat yang mencederai sportivitas kompetisi. Berikut adalah beberapa poin utama tuntutan terkait Sanksi Klub PSIR Rembang:
-
Hukuman Kolektif: Komdis wajib menghukum klub, bukan hanya pelaku perorangan (person).
-
Diskualifikasi Nasional: PSSI mempertimbangkan pembatalan status kelolosan PSIR ke babak nasional.
-
Keamanan Perangkat Pertandingan: Panitia harus menjamin perlindungan total bagi wasit dari segala intimidasi fisik.
“Komdis harus tegas, bukan cuma person yang menerima hukuman, tapi klub wajib menanggung sanksi, kalau perlu diskualifikasi,” ujar Muhammad dengan nada tinggi.
Komitmen Keamanan dan Penyerahan ke Komdis
Di sisi lain, Exco PSSI lainnya, Kairul Anwar, hadir langsung di Stadion Krida untuk memastikan perangkat pertandingan memimpin sesuai aturan (rule). Ia menyebut pertandingan selama 2×45 menit berjalan aman dan memenuhi regulasi teknis. Pihaknya bahkan mengawal wasit secara ketat hingga sampai ke depan ruang ganti demi menghindari hal-hal buruk.





