Jateng

Bupati Semarang Sebut Harga dan Stok Bahan Pokok Penting Jelang Nataru Aman: Sangat Mencukupi

×

Bupati Semarang Sebut Harga dan Stok Bahan Pokok Penting Jelang Nataru Aman: Sangat Mencukupi

Sebarkan artikel ini
Bahan Pokok Penting
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar yang cukup melegakan datang dari Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Yakni terkait harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) jelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Menurut Bupati, sepekan menjelang libur Nataru harga sejumlah komoditas bapokting di Kabupaten Semarang sudah berangsur turun. Terlebih usai beberapa pekan sebelumnya terpantau mengalami lonjakan yang signifikan.

“Memasuki pekan terakhir sebelum hari raya Natal [harga] sudah turun. Jika sebelumnya harga cabai menyentuh Rp80.000 per kilogram, hari ini sudah turun menjadi Rp63.000 per kilogram,” jelasnya usai Rapat Koordinasi Ekuinda menghadapi Nataru, di kantor Bupati Semarang, Kamis, 18 Desember 2025.

BACA JUGA: Polda Jateng Gelar Operasi Lilin 2025 Mulai 20 Desember, Amankan Nataru-Antisipasi Bencana

Demikian halnya, lanjut Bupati, harga komoditas daging ayam mengalami penurunan pada kisaran Rp36.000 s.d. Rp37.000 per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas daging ayam di pasaran mencapai Rp39.000 s.d. Rp40.000 per kilogram.

“Stok bapokting, khususnya beras, juga sangat mencukupi. Bahkan Bulog menyampaikan stok beras di Kabupaten Semarang masih sangat mencukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan,” tegasnya.

Stok bahan pokok penting dan kebutuhan energi di Kabupaten Semarang aman jelang Nataru

Yang tak kalah penting, tambah Ngesti, terkait stok kebutuhan energi, baik LPG maupun BBM, di Kabupaten Semarang juga cukup aman berdasarkan paparan Pertamina.

“Begitu juga ketersediaan BBM untuk kebutuhan Nataru nanti. Prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan kesiapan stok semua komponen kebutuhan pokok masyarakat untuk Nataru nanti,” tuturnya.

BACA JUGA: Jelang Libur Nataru, Tingkat Okupansi Hotel di Kota Semarang Masih di Bawah 70 Persen

Tentunya, kata Ngesti, monitoring terhadap perkembangan harga bahan pokok di tengah-tengah masyarakat juga terus pemerintah daerah lakukan. Tujuannya agar harga bapokting tidak bergejolak di tengah tingginya permintaan.