“Bus listrik memang dapat menurunkan polusi udara, tetapi pengelolaan limbah baterai harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru di masa depan,” tegasnya.
Dengan demikian, elektrifikasi transportasi tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam menekan emisi, tetapi juga mampu menciptakan sistem transportasi yang benar-benar berkelanjutan melalui pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Dinas Perhubungan Kaji Penggunaan Bus Listrik untuk Trans Jateng
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai mengkaji penggunaan armada bus listrik untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng.
Penggunaan kendaraan listrik tersebut masuk dalam rencana jangka panjang pengembangan transportasi massal di Jawa Tengah, termasuk untuk koridor baru maupun peremajaan armada lama.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko menilai kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan daripada armada konvensional berbahan bakar minyak.
“Secara prinsip kendaraan listrik itu memiliki beberapa keunggulan, termasuk di antaranya pengurangan polusi, kemudian juga pengurangan penggunaan bahan bakar. Ini kan sedang ramai ya kondisi terkait penggunaan bahan bakar sehingga jumlah rupiahnya naik,” ujar Arief Djatmiko.
Dalam proses kajian tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga mulai melakukan konsolidasi dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk terkait spesifikasi armada listrik yang memungkinkan untuk layanan Trans Jateng.
BACA JUGA: 61 Bus Baru Trans Semarang Sudah Mengaspal, Bus Listrik Beroperasi Agustus 2026
Namun demikian, Miko menegaskan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait kerja sama maupun penggunaan merek armada tertentu.
Selain armada, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga masih menghitung kebutuhan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Seperti SPKLU maupun skema pengadaan fasilitas pengisian daya.
Dinas Perhubungan Jateng juga mulai mempelajari implementasi bus listrik yang saat ini sudah berjalan di Kota Semarang. Hal itu sebagai bahan evaluasi awal sebelum diterapkan pada layanan Trans Jateng. (*)
Editor: Farah Nazila





