SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini muncul video di YouTube dan Facebook yang menyebut bahwa Partai Golongan Karya (Golkar) mengubah arah dukungannya kepada Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024.
Video ini memuat tulisan yang menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, secara resmi mendukung Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024 pada 3 Desember 2023.
Selain itu, video tersebut juga menyoroti pernyataan dari politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, yang menunjukkan dukungannya terhadap Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Pemahaman bahwa video ini menggambarkan momen di mana Partai Golkar mengumumkan dukungannya pada Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024 tidak terbukti kebenarannya setelah adanya verifikasi dari Tempo.
Penelusuran Tempo menyatakan bahwa video tersebut bukanlah bagian dari acara resmi Golkar yang mendeklarasikan dukungan pada Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024 pada 3 Desember 2023. Sebaliknya, video ini merupakan hasil penggabungan dari beberapa kegiatan berbeda dari Partai Golkar.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Iwan Fals, Ariel NOAH, dan Rian D’masiv Dukung Anies Baswedan
Verifikasi potongan video Golkar ganti dukung Anies dan Muhaimin
Verifikasi Tempo melakukan penelusuran dengan menggunakan cara reverse image search dari mesin pencari Google dan Bing terhadap informasi-informasi yang terdapat dalam video tersebut. Berikut adalah hasil penelusurannya:
1. Video Pertama
Thumbnail dari video yang beredar di media sosial menampilkan pertemuan orang-orang yang mengenakan pakaian berwarna kuning serta logo Partai Golkar.
Namun, foto yang serupa dengan thumbnail tersebut telah terbit di Republika.co.id pada 2 Desember 2014. Foto tersebut sebenarnya menampilkan suasana Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada tahun 2014. Foto tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan dukungan Partai Golkar terhadap Pilpres 2024.
2. Video Kedua
Pada detik ke-9 dalam video, terlihat pertemuan orang-orang yang berpakaian kuning. Foto tersebut juga terkait dengan Munas Partai Golkar tahun 2014, seperti yang terbit di Liputan6.com.
3. Video Ketiga
Pada detik ke-31, video kembali menampilkan pertemuan orang-orang yang berpakaian kuning, identik dengan warna khas Partai Golkar. Foto yang serupa telah terbit di Kompas.com pada 29 Agustus 2022.
Namun, foto tersebut sebenarnya menampilkan acara pelantikan, Rakerda, serta Rapimda, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, di Jakarta Pusat. Dalam acara ini, mereka tidak menyatakan dukungan terhadap calon presiden Anies Baswedan.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Prabowo Subianto Menyesal Pilih Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
Sementara itu, pernyataan Airlangga Hartarto secara berulang kali menegaskan dukungan partainya terhadap pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran. Salah satunya melalui kegiatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 5 Desember 2023, sebagaimana terbit di CNN Indonesia.
Lebih lanjut, menurut berita yang sama dari CNN Indonesia pada 17 Oktober 2022, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, memang pernah menyatakan dukungannya terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Namun, dalam waktu 11 hari setelahnya, Akbar mengklarifikasi bahwa ia sebenarnya tidak mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Melainkan, ia hanya menghormati keputusan Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden.
Dari hasil verifikasi Tempo, dapat disimpulkan bahwa video yang diklaim sebagai momen di mana Partai Golkar secara resmi mengalihkan dukungannya pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar adalah tidak benar atau hoaks.
Video tersebut sebenarnya merupakan penggabungan dari beberapa video kegiatan yang berbeda. Potongan video tersebut tidak menjadi bagian dari acara resmi Golkar yang mendeklarasikan dukungan terhadap Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





