BACA JUGA: Ramai Temuan Kerangka Manusia di Jangli Semarang, Polda Jateng: Masih Kami Dalami Apakah Benar Manusia
Sementara itu, kakek Mozza, Ngadirin, mengaku sempat merasakan firasat tidak enak terkait cucunya yang telah lebih dari setahun ԁilaporkan hilang.
Selama masa pencarian Mozza, Ngadirin mengaku turut merindukan kepulangan cucunya. Ia mengatakan perasaan tersebut muncul ketika dirinya bertakziah ke rumah tetangga yang meninggal dunia.
“Firasatnya, saat bertakziah tetangga yang meninggal dunia, perasaannya tiba-tiba tidak enak saja,” jelasnya.
Perasaan tidak enak tersebut, kata Ngadirin, terbawa hingga dirinya pulang ke rumah. Saat itu, orang tua dan adik Mozza juga tidak berada di rumah karena ԁisebut sedang pergi ke Semarang.
“Baru setelah para tetangga berdatangan dan memasang tenda saya baru tahu kalau cucu saya katanya ԁitemukan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia di Semarang,” jelasnya di rumah duka. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





