Meski begitu, Peni mengaku telah melihat bibit-bibit atlet wushu pada anaknya. Di kehidupan sehari-hari, misalnya, sang anak sesekali mengeluarkan jurus-jurus dasar wushu.
“Kalau orang lain mungkin bilangnya nakal, tapi kita positif mikirnya, anaknya udah bisa defence kalau ada yang ganggu, ibaratnya bisa mertahanin diri sendiri,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





