SEMARANG, beritajateng.tv – Cinta tumbuh dan bersemi di wushu Jawa Tengah. Berkat wushu, dua atlet asal Grobogan, Bayu Peni Hendrasswari dan Puja Riyaya, bertemu dan kini menjadi pasangan suami istri.
Keduanya kenal dan jatuh cinta lantaran sering bertemu di wisma wushu. Mereka bahkan menyebutnya sebagai wisma asmara.
Puja dan Peni kemudian konsisten membela Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak 2016. Namun, PON kali ini terasa sangat istimewa sebab keduanya akhirnya bisa mengawinkan medali emas.
“Pastinya senang banget, ini impian kami juga bahwa kami bisa mengawinkan emas di PON, karena udah 2 kali PON kami gagal, baru ini berhasil,” kata Puja usai menerima medali emas.
BACA JUGA: Akhiri Puasa Medali 20 Tahun, Atlet Jateng Calista Sumbang Emas Pertama Wushu Taulo Sejak PON 2004
Puja sendiri memang telah hattrick medali emas. Ia meraih medali emas pada PON 2016, PON 2021, dan kini PON 2024. Untuk Peni, pada PON 2021 lalu harus puas dengan medali perak setelah kalah tipis di partai final.
Peni mengaku, sang anak adalah motivasi terbesar untuk bisa bertanding maksimal hari ini. Terlebih anaknya, Sean, baru saja bertambah usia kemarin.
“Seneng banget, ini kado ulang tahun buat anak saya, dia ulang tahun yang kedua, kami berjuang motivasinya buat anak,” imbuh Peni.
Turunkan bakat wushu ke anak agar jadi atlet
Lebih lanjut, keduanya tak menampik memiliki keinginan untuk mengarahkan sang anak untuk juga menjadi atlet wushu. Meskipun memang, sang anak baru berusia 2 tahun.
Hanya saja, mereka tetep akan membebaskan minat dan bakat sang anak.
“Harapannya kalo kita sebagai orang tua bakal kita arahkan ke wushu, tapi tetap nanti sesuai bakat dan minat kami kembalikan ke anaknya,” ucap Peni.
BACA JUGA: Lampaui Target Pertama, Jawa Tengah Bidik 28 Medali Emas Lagi di PON XXI Aceh-Sumut 2024





