Sulistyo mengatakan Semarang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas di Jawa Tengah. Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
“Semarang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, bisnis, pendidikan, dan pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap tambahan penerbangan ini berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” katanya.
Ketersediaan tiga jadwal penerbangan setiap hari juga memberi ruang bagi penumpang untuk menyesuaikan waktu perjalanan dengan agenda masing-masing.
Penumpang yang memiliki urusan bisnis dapat memilih penerbangan siang atau sore. Sementara pilihan penerbangan malam dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menyelesaikan aktivitas di Semarang sebelum bertolak ke Jakarta.
Namun, peningkatan jumlah penerbangan juga akan menjadi ujian bagi permintaan pasar.
Penambahan jadwal akan semakin berarti jika mampu diikuti tingkat keterisian penumpang yang baik. Konektivitas udara tidak cukup hanya menambah frekuensi, tetapi juga harus menjawab kebutuhan waktu perjalanan masyarakat dan harga tiket yang kompetitif.
Bagi Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, tambahan frekuensi Citilink menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas penerbangan.
“Dengan tambahan frekuensi terbang tersebut, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan penerbangan untuk mendukung kebutuhan perjalanan bisnis, wisata, pendidikan, maupun aktivitas lainnya di Kota Semarang dan Jakarta,” ujar Sulistyo. (*)





