Otomotif

Cuaca Ekstrem Mengintai Pengendara, Kenali Bahaya Dehidrasi dan Microsleep

×

Cuaca Ekstrem Mengintai Pengendara, Kenali Bahaya Dehidrasi dan Microsleep

Sebarkan artikel ini
Cuaca Ekstrem Mengintai Pengendara, Kenali Bahaya Dehidrasi dan Microsleep
Tips pengendara hindari bahaya terik dan dehidrasi serta microsleep. (Doc. Honda)

Namun ancaman cuaca panas tidak berhenti pada kelelahan fisik. Suhu tinggi juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis pengendara.

Di jalanan padat seperti kawasan Pasar Johar Semarang atau pusat keramaian Kota Solo, senggolan kecil atau pengendara lain yang berpindah jalur tanpa memberi tanda bisa dengan mudah memicu emosi.

Saat emosi mengambil alih, fokus terhadap keselamatan berkurang. Pengambilan keputusan menjadi lebih impulsif dan risiko terjadinya konflik maupun kecelakaan meningkat.

Selain itu, panas berlebih juga memengaruhi performa kendaraan. Aspal yang terpapar sinar matahari terus-menerus dapat membuat permukaan ban menjadi lebih lunak sehingga daya cengkeramnya sedikit menurun.

Di saat yang sama, telapak tangan yang berkeringat berisiko membuat pegangan pada setang menjadi kurang stabil apabila pengendara tidak menggunakan sarung tangan yang sesuai.

Safety Riding Musim Kemarau

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengatakan keselamatan berkendara pada musim kemarau tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga pada kemampuan mengelola kondisi tubuh.

Menurutnya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pengendara untuk menjaga konsentrasi selama perjalanan.

Pertama, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air secara teratur. Pengendara tidak perlu menunggu rasa haus muncul karena itu merupakan tanda awal tubuh mengalami dehidrasi. Berhenti setiap 60 hingga 90 menit untuk minum air putih dapat membantu menjaga kebugaran selama perjalanan.

Kedua, memilih perlengkapan berkendara yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik. Jaket berbahan mesh atau material yang mudah mengalirkan udara tetap dapat memberikan perlindungan tanpa membuat tubuh terlalu panas. Penggunaan visor helm yang bersih juga penting untuk mengurangi silau yang dapat memicu pusing dan kelelahan mata.

Ketiga, mengenali sinyal tubuh saat mulai lelah. Leher yang terasa kaku, mata berat, atau menguap berulang kali merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Dalam kondisi tersebut, pengendara di sarankan segera menepi di lokasi yang aman daripada memaksakan perjalanan.