SEMARANG, beritajateng.tv – Matahari belum tepat berada di atas kepala, tetapi panasnya sudah terasa membakar kulit. Di jalur Pantura yang membentang dari Pekalongan hingga Pati, aspal terlihat berkilau terik akibat cuaca ekstrem menyebabkan pengendara dehidrasi.
Sementara di pusat Kota Semarang maupun Solo, antrean kendaraan yang merayap pelan di tengah kemacetan membuat suhu udara terasa semakin menyesakkan.
Bagi pengendara sepeda motor, kondisi ini bukan sekadar persoalan cuaca. Panas ekstrem menghadirkan tantangan baru yang kerap luput dari perhatian, yakni menurunnya konsentrasi, meningkatnya emosi, hingga risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Angin yang biasanya memberi kesejukan saat berkendara kini tak lagi banyak membantu. Tubuh lebih cepat berkeringat, tenggorokan mudah kering, dan rasa lelah datang lebih cepat dari hari-hari biasa.
Fenomena tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan perangkat elektronik yang terlalu lama terpapar panas.
Bayangkan sebuah ponsel pintar yang di tinggalkan di bawah terik matahari. Dalam waktu singkat, perangkat akan mengalami overheat, performanya menurun, bahkan bisa berhenti bekerja sementara. Kondisi serupa juga terjadi pada tubuh manusia.
Saat suhu udara mencapai 35 derajat Celsius atau lebih, tubuh harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu tetap stabil.
Jantung memompa darah lebih cepat ke permukaan kulit agar panas tubuh dapat dilepaskan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, dehidrasi mulai terjadi dan memengaruhi fungsi otak.
BACA JUGA: 5 Tips Aman Berkendara untuk Perempuan Aktif, Tetap Fokus di Jalan
Akibatnya, kemampuan merespons situasi di jalan menjadi lebih lambat. Pengendara bisa mengalami pandangan kabur, kesulitan berkonsentrasi, hingga microsleep atau tertidur sesaat tanpa disadari.
Meski hanya berlangsung satu hingga lima detik, microsleep dapat berakibat fatal. Pada kecepatan 60 kilometer per jam, sepeda motor melaju sekitar 16 meter setiap detiknya. Artinya, jika pengendara kehilangan kesadaran selama tiga detik, kendaraan sudah meluncur tanpa kendali sejauh hampir 50 meter.





