Sumanto mengatakan, pakan ayam juga bisa memanfaatkan racikan limbah dapur yang direbus. Setelah pakan racikan warga berikan secara rutin pada ayam kampung petelur, berpotensi menghasilkan telur dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan nutrisi otak. Hal tersebut tampak dari kualitas kuning telur yang lebih padat dan elastis, sehingga tidak mudah pecah saat dicubit sebagai indikator meningkatnya kandungan omega 3.
Ia menambahkan, metode tersebut mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Kembangkan Pertanian Organik Skala Rumah Tangga
“Usaha ternak ayam kampung ini jika warga tekuni dan berhasil bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, bisa menabung dan penghasilannya tak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Sumanto mencontohkan, seekor Ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur dalam setahun. Sedangkan Ayam Persilangan bisa bertelur hingga 300 butir setahun. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung.
“Ini usaha yang potensial. Keuntungannya berlipat-lipat asal tahu caranya. Banyak peternak ayam yang keuntungannya tembus puluhan juta sebulan,” paparnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





