Agustina juga menilai pelaksanaan MTQ Nasional memberikan dampak lebih luas bagi Kota Semarang. Selain menjadi ajang keagamaan, kegiatan tersebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi dan UMKM lokal.
Menurutnya, para kafilah dari berbagai daerah juga mendapatkan pengalaman bahwa Kota Semarang terbuka dan mampu memberikan pelayanan selama menjadi tuan rumah kegiatan nasional.
“Yang paling membanggakan adalah terbangunnya sense of belonging bahwa MTQ menjadi ruang merepresentasikan Kota Semarang sebagai kota sejahtera yang terbuka dan melayani semua kafilah dengan baik,” pungkas Agustina. (*)





