Olahraga

Seruan Pemecatan Kluivert Menggema, Ini Daftar Calon Pelatih yang Bisa Dipinang Menjadi Nakhoda Baru Timnas Indonesia

×

Seruan Pemecatan Kluivert Menggema, Ini Daftar Calon Pelatih yang Bisa Dipinang Menjadi Nakhoda Baru Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini
Timnas Indonesia
Ilustrasi. Daftar pelatih pengganti Timnas Indonesia apabila Kluivert dipecat. (Foto: Pexels).

SEMARANG, beritajateng.tv – Nasib pelatih Patrick Kluivert dalam Timnas Indonesia kini dalam kondisi tanda tanya setelah penampilan tim dinilai kurang memuaskan. Selain itu, ia tidak berhasil membawa Garuda melaju ke fase utama Piala Dunia 2025.

Apabila PSSI memutuskan untuk memecat Kluivert, mereka harus mencari pengganti pelatih Timnas Indonesia yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki visi yang sejalan dengan karakter sepak bola di Indonesia.

Berikut beberapa nama pelatih yang dapat dipertimbangkan sebagai pengganti, beserta catatan mengenai kelebihan, tantangan, dan kesesuaian mereka untuk memimpin Timnas Indonesia.

BACA JUGA: Kudus Tuan Rumah PON Bela Diri 2025, KONI Targetkan 18 Cabang di Edisi Berikutnya

Daftar Pelatih Baru untuk Timnas Indonesia apabila Kluivert Dipecat

Erik Ten Hag

Erik Ten Hag merupakan salah satu nama yang bisa jadi calon pengganti Kluivert. Ia dipecat dari Bayer Leverkusen pada 1 September 2025 setelah menjalani dua pertandingan awal di Bundesliga dengan satu kekalahan dan satu hasil imbang. Ten Hag terkenal dengan pendekatan permainan menyerang, taktik pressing yang terencana, serta pengembangan pemain muda.

Ia memiliki pengalaman melatih di klub-klub papan atas Eropa dan telah terbiasa dengan tuntutan yang tinggi. Namun, ia perlu menyesuaikan diri dengan budaya sepak bola Asia, bahasa, serta gaya permainan agar sejalan dengan karakter pemain Indonesia.

Mark van Bommel

Nama Mark van Bommel juga menarik perhatian karena latar belakangnya sebagai pemain dan pelatih di tingkat Eropa. Ia sebelumnya menjabat sebagai pelatih Royal Antwerp. Van Bommel terkenal tegas dan disiplin dalam pendekatan taktisnya.

Pengalaman kompetitifnya di Eropa bisa memberikan semangat baru. Namun, tantangan besar yang harus ia hadapinya yakni memahami situasi sepak bola domestik di Indonesia dan membangun hubungan yang solid dengan pemain lokal dari awal.

BACA JUGA: Meski Tak Merumput di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Justin Hubner Ungkap Hal ini ke Timnas Indonesia

Phillip Cocu

Phillip Cocu adalah sosok yang memiliki reputasi baik di dunia kepelatihan. Sejak tahun 2023, ia belum menerima tawaran besar setelah berpisah dengan Vitesse. Cocu menerapkan gaya bermain yang seimbang antara serangan dan pertahanan, serta memiliki pengalamannya di liga Belanda sebagai tempat pengembangan pemain muda.

Ia bisa menjadi pilihan untuk melatih Timnas Indonesia. Tantangannya, Cocu tentu perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan harapan penggemar Indonesia yang sering menginginkan aksi yang spektakuler.

Bernardo Tavares

Ia pernah melatih PSM Makassar dan berhasil membawa klub meraih gelar Liga 1 di musim 2022-2023 sebelum akhirnya menganggur. Tavares sudah memahami budaya lokal, liga domestik, serta karakter pemain dan kondisi lapangan.

Namun, tantangannya adalah membawa tingkat kompetisi ke arena internasional serta membangun mental juara yang konsisten di kancah Asia.

Shin Tae-yong

Shin Tae-yong adalah nama yang selalu teringat di benak penggemar Timnas Indonesia. Ia harus meninggalkan Garuda pada 6 Januari 2025 dan digantikan oleh Kluivert. Sebelumnya, ia sempat melatih klub Korea Selatan, Ulsan HD, meskipun kemudian dipecat setelah mencatat 2 kemenangan dari 10 pertandingan.

Kelebihannya adalah kedekatannya dengan pemain dan pendukung Indonesia, serta pemahamannya tentang ekspektasi dan karakter timnas. Namun, kelemahannya adalah catatan terakhirnya di klub luar negeri kurang memuaskan, dan hal ini bisa membawa kembali suasana masa lalu.

Menimbang dan Memilih dengan Bijak

Mengganti pelatih bukan hanya soal reputasi besar, tetapi juga mengenai keselarasan visi jangka panjang, adaptasi terhadap karakter pemain Indonesia, dan kemampuan untuk membentuk identitas tim yang terintegrasi. Jika PSSI memutuskan untuk bertindak sebelum akhir 2025, maka melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelebihan dan kekurangan calon pelatih harus menjadi prioritas utama.

Yang menarik dari daftar ini adalah variasi dalam gaya dan latar belakang. Beberapa memiliki reputasi di Eropa, ada yang akrab dengan budaya setempat, dan ada pula yang membawa pengalaman internasional. Namun, semuanya menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan budaya, waktu, serta harapan yang tinggi dari masyarakat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp