“Saya ingin setiap RW memiliki target bank sampah. Jika belum ada, harus segera menentukan lokasi pengelolaannya,” tegasnya.
Menurut Agustina, pengelolaan sampah menjadi program strategis karena mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi warga. Pelatihan pengolahan sampah akan pemerintah berikan agar hasilnya memiliki nilai jual.
“Gunakan dana operasional untuk pelatihan. Kami akan menyiapkan program agar sampah bisa di olah menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan melalui penanaman sayur dan komoditas rumah tangga di lingkungan RW harapannya dapat menekan pengeluaran sekaligus menambah pendapatan warga.
“Kalau warga bisa menanam sayur bersama di lingkungan RW, efek ekonominya akan terasa meski bertahap,” pungkasnya.(*)
Editor: Elly Amaliyah





