Pariwisata

Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang

×

Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang

Sebarkan artikel ini
Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang
Festival Desa Wisata 2026 di Bumi Perkemahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan pengembangan desa wisata tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan destinasi, hingga promosi digital.

Ia menyebut Desa Wisata Kandri masih menjadi destinasi unggulan Kota Semarang yang telah menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dalam waktu dekat akan ada rombongan penulis dari Prancis yang akan tinggal beberapa hari di desa wisata. Ini menunjukkan potensi desa wisata kita mulai terkenal hingga luar negeri,” ujar Iin, sapaan akrabnya.

Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga tengah menyiapkan 10 desa wisata rintisan agar mampu berkembang seperti Kandri.

Desa-desa tersebut meliputi Jatirejo, Kampung Melayu, Pudakpayung, Bangetayu Kulon, Kampung Sawah, Cepoko, Kranggan Pecinan, Tanjung Mas, Ciblon Kedungwinong, dan Curug Gondoriyo.

Meski Kota Semarang telah memiliki belasan desa wisata, iin mengungkapkan baru Desa Wisata Kandri yang telah memiliki kelengkapan administrasi sesuai standar Kementerian Pariwisata.

“Melalui Deswita Fest ini kami mendorong seluruh pengelola desa wisata melengkapi video profil, atraksi wisata. Serta story telling agar dapat masuk dalam database nasional dan lebih mudah di promosikan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang juga meresmikan Gedung Tourism Information Center (TIC) di Kelurahan Jatirejo sebagai pusat informasi wisata.

Selain itu, Desa Wisata Kandri dicanangkan sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang akan diajukan ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap setiap desa wisata terus berinovasi sehingga tidak hanya ramai saat ada event, tetapi mampu menjadi destinasi yang hidup sepanjang tahun,” pungkas iin. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp