Pariwisata

Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang

×

Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang

Sebarkan artikel ini
Dana Operasional RT Rp25 Juta Bisa untuk Hidupkan Desa Wisata Mati Suri di Semarang
Festival Desa Wisata 2026 di Bumi Perkemahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mendorong pengembangan desa wisata yang ‘mati suri’ melalui dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT Rp25 juta per tahun.

Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT Rp25 juta per tahun ini harapannya bisa menjadi pemantik pertumbuhan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Festival Desa Wisata (Deswita Fest) 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Jatirejo, Gunungpati.

Melalui kegiatan itu, Pemkot Semarang memperkenalkan potensi unggulan dari 11 desa wisata sekaligus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai wilayah.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, R. Wing Wiyarso Poespojoedho, mengakui masih ada sejumlah desa wisata yang belum mampu berkembang secara maksimal.

Karena itu, lanjut Wing, pemerintah tidak hanya melakukan promosi, tetapi juga menyiapkan dukungan anggaran dan pendampingan agar desa wisata mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Memang masih ada desa wisata yang seperti ‘tidur’. Karena itu kami terus mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan pariwisata agar semakin masyarakat kenal dan berkembang,” kata Wing.

Menurutnya, program BOP RT Rp25 juta dapat masyarakat manfaat untuk mendukung aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata. Mulai dari pengembangan UMKM, kuliner, hingga penataan lingkungan yang menjadi daya tarik wisata.

“Dana BOP RT bisa menjadi pemicu berkembangnya potensi wisata dari tingkat paling bawah. UMKM, kuliner, maupun aktivitas masyarakat yang mendukung desa wisata bisa ikut tumbuh. Sehingga manfaat ekonominya terasa langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Wing menambahkan, Pemkot Semarang juga telah memetakan kebutuhan masing-masing desa wisata. Jika masih terdapat kendala, pemerintah akan mengoordinasikan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar persoalan tersebut dapat terselesaikan.

“Kami melakukan review dan pemetaan. Kalau ada kebutuhan infrastruktur, akses jalan, maupun sarana pendukung lainnya, akan kami fasilitasi bersama OPD terkait supaya desa wisata bisa berkembang lebih cepat,” jelasnya.

BACA JUGA: Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru