Selanjutnya, bisa mereka gunakan untuk kegiatan sosial, budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Terakhir bisa untuk program penghijauan, pemeliharaan hingga perbaikan sarana-prasarana di lingkungan RT masing-masing.
“Bagi RT yang tidak mengambil bantuan, harus ada musyawarah warga dan alasan yang jelas. Hal itu penting agar kami dapat melakukan monitoring dan evaluasi mengenai alasan bantuan yang tidak diajukan,” jelas Eko.
Sementara itu, Ketua RT 2 RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan, Adennyar Wicaksono, mengaku telah mengajukan pencairan BOP Rp25 juta melalui aplikasi Ruang Warga pada akhir pekan lalu dan sedang menunggu proses verifikasi.
“RT kami sudah mengajukan Sabtu kemarin, sudah diunggah di aplikasi Ruang Warga. Tinggal verifikasi oleh kelurahan dan kecamatan. Harapannya tidak ada revisi lagi,” imbuh Denny, sapaan akrabnya.
Denny menyebut telah melakukan musyawarah untuk membahas penggunaan BOP tersebut. Selain mendukung program ketahanan pangan, bantuan itu juga direncanakan untuk pengadaan perlengkapan warga serta kegiatan HUT Kemerdekaan RI mendatang.
“Saat rembuk warga itu kami ajak semua orang tua, anak muda untuk menyampaikan usual program. Kami sepakat BOP Rp25 juta itu untuk ketahanan pangan, pengadaan kursi dan lomba-lomba agustusan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu,” tandasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





