JAKARTA, beritajateng.tv – Nama Iwan Setiawan Lukminto mendadak menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi atau inovasi di industri tekstil nasional, tetapi karena keterlibatannya sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kredit bank senilai Rp3,6 triliun yang menyeret PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex).
Tim penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia menangkap Iwan di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 20 Mei 2025.
Meski masih berstatus saksi, kehadiran Iwan dalam kasus ini memicu tanda tanya besar.
BACA JUGA: Direktur Utama PT Sritex Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank
Apalagi, ia merupakan figur sentral dalam sejarah panjang Sritex—anak dari pendiri sekaligus tokoh penting industri tekstil nasional, almarhum HM Lukminto.
Sritex Terpeleset, Kredit Menguap
Penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum atas dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit oleh empat bank, terdiri dari tiga bank daerah dan satu bank nasional milik pemerintah.
Dugaan kuat kredit triliunan rupiah tersebut menjadi bagian dari manuver bisnis yang berujung pada krisis finansial dan kebangkrutan Sritex.
Sebelumnya, Sritex di nyatakan pailit pada Oktober 2024. Perusahaan ini resmi menghentikan seluruh operasionalnya per 1 Maret 2025, dan mem-PHK lebih dari 10.000 karyawan. Meninggalkan luka dalam industri tekstil nasional.
Iwan bukan sosok baru dalam dunia bisnis. Pria kelahiran Surakarta, 24 Juni 1975 ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Administrasi Bisnis di Suffolk University, AS, dan lulus dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Angkatan 20.
Ia mulai berkarier di Sritex sejak awal 2000-an, dan menjabat Direktur Utama pada 2014 sebelum akhirnya menjadi Komisaris Utama.
BACA JUGA: Tak Mau Ada Sritex Jilid Dua, DPMPTSP Khawatir Tarif Impor Trump Ciptakan PHK Massal Baru di Jateng
Di luar perusahaan, Iwan terkenal aktif dalam organisasi seperti Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).
Ia juga memiliki kiprah di dunia olahraga sebagai anggota Dewan Kehormatan Pengurus Besar Wushu Indonesia.





