Pendidikan

Dari Madagaskar hingga Myanmar, Mahasiswa Beasiswa Internasional Ungkap Pengalaman Studi di UKSW

×

Dari Madagaskar hingga Myanmar, Mahasiswa Beasiswa Internasional Ungkap Pengalaman Studi di UKSW

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Internasional UKSW
Para mahasiswa program beasiswa internasional UKSW Salatiga. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Alasannya, karena Myanmar dan Indonesa sama-sama bangsa yang berada dalam rumpun Asia Tenggara. “Sehingga masih ada beberapa kesamaan dalam kehidupan sosial, budaya, makanan, dan iklim,” jelasnya.

Satu hal yang Sint sukai, Indonesia memiliki banyak tempat yang indah, kaya akan ragam budaya dan suku bangsa. Hal itu sebagaimana kehidupan kampus yang ia rasakan selama belajar di UKSW Salatiga.

“Sehingga selain untuk menempuh studi dan belajar, kesempatan ini juga saya manfaatkan untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang Indonesia,” jelas penerima beasiswa program SWIS tahun 2025 ini.

BACA JUGA: Beri Benefit Calon Mahasiswa Baru, UKSW Salatiga Hadirkan Program Daftar Cepat

Direktur Direktorat Kerja Sama UKSW, Dian Toar Y Getroitdester Sumakul, menambahkan, program beasiswa internasional Satya SWIS UKSW 2026 menanggung biaya kuliah penuh (sarjana, magister, doktoral) dari awal sampai lulus.

“Namun tetap ada batasannya, misalnya kalau program sarjana harus selesai empat tahun. Kalau empat tahun tidak lulus, tahun berikutnya berarti mahasiswa harus mengeluarkan biaya mandiri,” jelasnya.

UKSW juga menanggung biaya hidup, akomodasi, kursus Bahasa Indonesia selama setahun, dan asuransi kesehatan. Termasuk biaya perizinan keimigrasian serta dukungan akademik dan fasilitas tiket pesawat pulang-pergi ke negaranya.

“Program ini memang bertujuan untuk menarik lebih banyak lagi mahasiswa internasional menempuh studi. Sekaligus juga untuk membangun atmosfer kampus global di UKSW Salatiga,” jelasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp