SEMARANG, beritajateng.tv – Musik tidak selalu lahir dari gemerlap panggung megah. Bagi Kholil Nurseto atau yang akrab disapa Kholil Gemka, ruang-ruang kecil justru menjadi tempat paling jujur untuk merawat rasa dan mencipta karya.
Musisi asal Banjarnegara, Jawa Tengah, ini resmi memperkenalkan single terbarunya berjudul “Rindu”, sebuah lagu pop akustik yang tumbuh dari pengalaman bermusik di lingkungan rumah kos.
Berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya, Kholil kerap tampil dalam format pertunjukan intim di kamar-kamar kos di berbagai kota. Suasana sederhana tanpa jarak itulah yang justru memberinya kedekatan emosional dengan penonton, sekaligus membuka ruang dialog yang jarang ditemukan di panggung besar.
Pengalaman tersebut ia jalani sejak masih duduk di bangku kuliah. Selain aktif bermusik secara mandiri, Kholil juga pernah terlibat sebagai pengisi musik latar dalam pertunjukan teater di salah satu kampus swasta di Semarang, serta menjadi musisi pengiring bagi sejumlah artis lokal.
BACA JUGA: Tri Ajak Pelajar Bantul Berkreasi Lewat AI, Musik, dan Esports di Generasi Happy Pensi
Single “Rindu” diramu dengan aransemen akustik yang minimalis. Petikan gitar berpadu dengan sentuhan strings halus untuk menghadirkan suasana hangat dan reflektif. Kholil sengaja memilih pendekatan sederhana agar emosi dalam lagu dapat tersampaikan secara utuh.
“Awalnya tanpa rencana besar. Saya sering diajak tampil di kos-kosan, mulai dari Semarang, Yogyakarta, sampai Purwokerto. Konsepnya benar-benar privat,” ungkapnya pada Senin, 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, undangan tersebut biasanya datang dari kelompok kecil mahasiswa atau pekerja yang ingin menghadirkan hiburan ringan di lingkungan tempat tinggal mereka. Dari satu kos ke kos lain, pertunjukan sederhana itu kemudian menyebar secara organik.
Fenomena itulah yang membuat Kholil kerap mendapat julukan “musisi kos”. Alih-alih merasa terbatasi, sebutan tersebut justru ia anggap sebagai identitas artistik yang merepresentasikan sikapnya dalam bermusik.
“Menurut saya, justru di situ letak menariknya. Tidak ada sekat antara musisi dan penonton. Kita berbagi ruang, cerita, dan rasa. Itu sangat manusiawi,” katanya.
Melalui lagu “Rindu”, Kholil juga tidak ingin mengunci makna pada satu tafsir tertentu. Ia membiarkan pendengar memaknai lagu tersebut sesuai pengalaman masing-masing.
“Bisa rindu pada orang terdekat, masa lalu, atau bahkan rindu yang sifatnya spiritual. Semua tafsir itu sah,” ujarnya.
Musisi yang kini menetap di Yogyakarta itu berharap lagunya dapat menemani pendengar dalam momen-momen sunyi di keseharian mereka. Ia menilai, justru pengalaman sederhana sering kali meninggalkan kesan paling kuat.
Tak hanya sebagai penulis lagu, Kholil juga terlibat penuh dalam proses produksi. Mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering, seluruhnya ia kerjakan secara mandiri sebagai musisi independen.
BACA JUGA: Ada Monti Hingga Kholil, Ini 6 Jenis Durian Khas Semarang yang Rasanya Paling Enak di Pasaran
Dalam perjalanan kreatifnya, Kholil banyak terinspirasi oleh nama-nama seperti Iksan Skuter, Iwan Fals, Eric Clapton, hingga Elvis Presley. Melalui single “Rindu”, ia berupaya menegaskan identitasnya sebagai musisi yang tumbuh dari ruang kecil dengan mimpi yang tak kalah besar.
“Saya hanya ingin berkarya dengan jujur. Kalau musik itu bisa menemani dan memberi arti bagi hidup orang lain, itu sudah lebih dari cukup,” tutupnya.
Single “Rindu” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan streaming lainnya sejak 10 Januari 2026. (*)
Editor: Farah Nazila





