“Digitalisasi membangun budaya baru. Masyarakat jadi lebih jujur dan transparan karena transaksi tercatat secara otomatis,” kata Sumarno.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa Pemprov Jawa Tengah bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperluas infrastruktur jaringan digital hingga ke pelosok. Akses internet publik dan Wi-Fi desa menjadi prioritas agar layanan digital bisa dinikmati semua kalangan.
“Kami ingin memastikan warga desa pun bisa bertransaksi dan berpartisipasi dalam ekonomi digital. Internet bukan hanya untuk hiburan, tapi juga alat untuk maju,” ujarnya.
Perubahan ini memang tidak terjadi seketika. Tapi langkah-langkah kecil, seperti tap di halte, beli tiket wisata dengan QRIS, atau bayar parkir tanpa uang tunai, menjadi simbol transformasi besar di Jawa Tengah.
Digitalisasi kini bukan sekadar kemudahan, melainkan gerakan bersama menuju ekonomi yang lebih efisien, jujur, dan berdaya saing. (*)
Editor: Elly Amaliyah





