SEMARANG, beritajateng.tv – Kehadiran tiga pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada debat perdana, Selasa, 12 Desember 2023, malam semakin memanaskan persaingan ketiganya untuk merebut suara pemilih.
Ketiga capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo saling adu argumentasi saat mengulas tema debat pertama yakni hak asasi manusia, hukum, dan polusi. Tidak hanya menarik perhatian publik di dunia nyata, pembahasan debat capres merambah hingga ranah media sosial.
Malam tadi, berbagai tagar terkait debat capres memenuhi trending topic media sosial Twitter/X. Sebut saja tagar #DebatCapres yang memuncaki trending topic dengan 8.743 tweet.
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman menyebut, anak muda saat ini cenderung lebih kritis dalam merespon isu politik yang banyak beredar di media sosial. Lebih jelas, Wahid mengatakan, adanya rangkaian debat menuju Pemilu 2024 sangat penting bagi anak muda untuk menentukan pilihannya.
“Makanya debat itu menjadi penting. Sekarang juga sudah banyak anak muda, mahasiswa yang kritis akan latar belakang, take record para paslon yang nantinya memimpin Indonesia,” ucap Wahid saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 13 Desember 2023.
Ramainya media sosial saat pelaksanaan debat capres semalam, kata Wahid, membuktikan bahwa media sosial sukses menjadi sarana dalam memantik ketertarikan masyarakat terhadap calon peminpin Indonesia 2024 – 2029 mendatang.
Meski demikian, media sosial juga menjadi salah satu tantangan terbesar anak muda dalam menghadapi tahun politik 2024. Pasalnya, tidak semua informasi atau kampanye yang ada di media sosial bersifat mendidik.
“Ini tantangan literasi digital politik. Politik yang menghibur juga banyak, misal joget. Politik yang menghibur juga menarik, tapi harus seimbang dengan kemampuan membaca, mencermati program gagasan, dan melihat latar belakang,” ungkap Wahid.




