“Sehingga dengan beberapa program tersebut, Desa Candirejo telah menjadi salah satu Desa Tanggguh Bencana (Destana) yang ada di wilayah Kabupaten Semarang,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menyampaikan, di Desa Candirejo telah terpasang alat seismograf.
Pemasangan alat mitigasi tersebut guna memperkuat sistem pemantauan. Pun sekaligus untuk sistem deteksi dini terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi akibat aktivitas dari Sesar Rawapening.
Bahkan, alat seismograf tersebut tak hanya memantau pergerakan atau aktivitas Sesar Rawapening. Akan tetapi, juga aktivitas sesar Ungaran 1 dan sesar Ungaran 2 yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





