Pariwisata

Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru

×

Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru

Sebarkan artikel ini
Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru
Festival Desa Wisata 2026 di Jatirejo Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Meski jumlah desa wisata terus bertambah, Iin mengakui baru satu desa wisata yang memiliki data lengkap di Kementerian Pariwisata.

Karena itu, pihaknya terus melengkapi berbagai persyaratan. Mulai dari video profil, atraksi wisata, hingga story telling agar promosi desa wisata Semarang semakin optimal.

“Kami berharap setelah Deswita Fest seluruh desa wisata dapat melengkapi data yang pemerintah pusat butuhkan. Sehingga peluang promosi ke tingkat nasional maupun internasional semakin terbuka,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan destinasi, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan pembangunan Tourism Information Centre (TIC) di Kelurahan Jatirejo.

Kawasan tersebut nantinya di proyeksikan menjadi desa wisata ramah muslim yang menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, edukasi, dan lingkungan.

“Tahun ini memang belum ada desa wisata baru yang benar-benar mandiri seperti Kandri. Namun kami menargetkan ke depan akan lahir sekitar 10 desa wisata yang mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menilai Festival Desa Wisata merupakan strategi untuk memperkenalkan potensi budaya, alam, dan ekonomi kreatif yang setiap desa wisata miliki.

“Melalui festival ini masyarakat bisa melihat kekayaan budaya dan produk lokal yang masing-masing desa wisata miliki. Harapannya kunjungan wisata meningkat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Wing menambahkan, Pemerintah Kota Semarang juga mulai memetakan kawasan pesisir utara sebagai calon desa wisata baru. Potensi yang selama ini belum tergarap akan menjadi destinasi unggulan berbasis masyarakat.

Dana Operasional RT Jadi Stimulus Pengembangan Deswita

Ia optimistis program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per tahun bagi RT dan RW dapat menjadi stimulus untuk mengembangkan potensi wisata di tingkat lingkungan.

“Dukungan anggaran tersebut bisa menjadi pemantik tumbuhnya UMKM, kuliner lokal, hingga berbagai aktivitas wisata yang  masyarakat kelola. Dampaknya tentu akan menggerakkan ekonomi warga,” ujarnya.