Pariwisata

Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru

×

Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru

Sebarkan artikel ini
Desa Wisata Semarang Mulai Dilirik Turis Mancanegara, Pemkot Siapkan 10 Destinasi Baru
Festival Desa Wisata 2026 di Jatirejo Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai motor baru sektor pariwisata.

Langkah tersebut mulai membuahkan hasil setelah sejumlah desa wisata tidak hanya menarik minat wisatawan domestik. Tetapi juga mulai menarik minat wisatawan mancanegara.

Dalam waktu dekat, rombongan penulis asal Prancis rencananya bakal mengunjungi dan tinggal selama beberapa hari di salah satu desa wisata di Kota Semarang.

Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa potensi wisata berbasis budaya dan kehidupan masyarakat lokal semakin mendapat perhatian dunia internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan pemerintah terus meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata. Mulai dari penguatan sumber daya manusia, atraksi wisata, hingga promosi digital agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun Internasional.

“Desa wisata di Kota Semarang sekarang tidak hanya magnet bagi wisatawan lokal. Dalam waktu dekat akan ada rombongan penulis dari Prancis yang tinggal beberapa hari di desa wisata. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi Semarang ke dunia internasional,” ujar Iin sapaan akrabnya.

Hal ini ia sampaikan di sela Festival Desa Wisata (Deswita Fest) 2026 di Bumi Perkemahan Harda Walika, Jatirejo, Gunungpati, Sabtu, 11 Juli 2026.

Iin mengungkapkan, saat ini Kota Semarang memiliki 13 desa wisata. Namun, baru 11 desa yang tampil dalam Deswita Fest 2026. Mereka menampilkan beragam atraksi seni budaya, produk UMKM, hingga kuliner khas daerah masing-masing.

BACA JUGA: Agustina Targetkan Perbaikan 2.500 RTLH Semarang Tuntas Tahun Ini, Gandeng Pemerintah Pusat hingga CSR

Menurutnya, Desa Wisata Kandri masih menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Keberhasilan Kandri kini jadi role model untuk melahirkan desa wisata baru yang mandiri dan berkelanjutan.

“Selama ini Kandri masih menjadi desa wisata dengan kunjungan paling tinggi. Karena itu kami sedang menyiapkan desa-desa wisata lain agar memiliki kualitas pengelolaan dan daya tarik yang sama,” katanya.