Hukum & Kriminal

Desak Kapolri Copot Kapolrestabes Semarang, Kuasa Hukum Gamma: Katanya Siap Dievaluasi?

×

Desak Kapolri Copot Kapolrestabes Semarang, Kuasa Hukum Gamma: Katanya Siap Dievaluasi?

Sebarkan artikel ini
Zainal Semarang
Kuasa Hukum kasus penembakkan siswa SMKN 4 Semarang, Zainal Abidin alias Zainal Petir, saat dijumpai lobby di SMKN 4 Semarang, Kota Semarang, Senin, 9 Desember 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kuasa Hukum kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang, Zainal Abidin alias Zainal Petir, mendorong pencootan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, dari jabatannya.

Penembakan oleh Anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin (38), itu menewaskan Gamma Rizkynata Oktafandy beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, dua rekan Gamma, Adam dan Satria, pun terluka akibat tembakan peluru.

Saat beritajateng.tv jumpai di SMKN 4 Semarang pada Senin, 9 Desember 2024, sesaat sebelum sidang kode etik di Polda Jawa Tengah, Zainal Petir berharap bukan hanya Aipda Robig saja yang terkena vonis hukuman.

Melainkan, kata dia, mesti copot pula Kombes Pol. Irwan Anwar dari jabatannya.

“Melakukan pembunuhan dengan cara nembak, penembakan itu melukai 3 orang dan 1 mati; masa hukumannya tidak pemberhentian dengan tidak hormat? Mestinya harus itu dong,” ujar Zainal.

Selain itu, Zainal menyinggung pernyataan Kabid Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Aris Supriyono, yang menyebut Aipda Robig menembak korban setelah merasa terpepet oleh sepeda motor yang Gamma kendarai.

BACA JUGA: Kasus Gamma Tak Kunjung Beres, Zainal Petir: Copot Kapolrestabes Semarang dan Pecat Aipda Robig

Bagi Zainal, hal itu ialah hal janggal. Terlebih, pernyataan Kombes Pol. Aris Supriyono berbeda dengan apa yang Kombes Pol. Irwan Anwar sampaikan.

“Dari yang Kabid Propam sampaikan, dia kan karena kena pepet istilahnya. Kabid Propam ngomong kena pepet, kalau kena pepet masa harus begitu emosionalnya, begitu brutalnya? Kan tidak boleh seorang polisi katanya ketika megang senjata, sudah teruji baik kejiwaannya maupun keahlian, untuk memegang senjatalah?” tegas dia.

Menurut Zainal, penembakan yang Aipda Robig lakukan juga merupakan tanggung jawab Kombes Pol. Irwan Anwar selaku Kapolrestabes Semarang.

“Maka Kapolrestabes ya juga ikut bertanggung jawablah. Katanya kemarin Kapolrestabes juga siap dievaluasi? Kalau menurut saya ya harus evaluasi dan copotlah,” tegas dia.

Dalam hematnya, pencopotan Kombes Pol. Irwan Anwar dari jabatannya bertujuan untuk mempermudah proses penyelidikan agar tak ada intervensi.

“Agar di dalam proses penyelidikan maupun penyidikan itu biar enteng, enaklah, penyidik itu biar enteng. Kalau masih ada atasanya kan mesti agak-agak gimana gitu. Makanya menurut saya Kapolrestabes itu copot dulu ya, kemudian prosesnya biar terbuka,” tegasnya.

Soroti jumpa pers pertama polisi, Zainal ingatkan Polrestabes Semarang soal pidana anak

Tak hanya meminta pencopotan jabatan Kombes Pol Irwan Anwar sebagai Kapolrestabes Semarang, Zainal juga menyoroti konferensi pers di Mapolrestabes Semarang beberapa waktu yang lalu.

Pada konferensi pers itu, Polrestabes Semarang menampilkan beberapa senjata tajam dan anak-anak yang menurut dugaan terlibat tawuran, yang mana Gamma, Adam, dan Satria, Polrestabes Semarang klaim terlibat di dalamnya.

“Ketika dia jumpa pers pertama itu kan selalu menyampaikan bahwa tawuran-tawuran-tawuran. Terus menunjukkan alat yang untuk tawur, ada celurit panjang, ada alat panjang sekali. Kemudian juga memperlihatkan anak-anak di bawah umur. Enggak boleh loh itu,” tegas Zainal.

BACA JUGA: Tentukan Status Keanggotaan Polisi Pelaku, Polda Jateng Gelar Sidang Etik Aipda Ropig Siang Ini

Zainal mengingatkan, ada hukum mengatur soal privasi anak-anak di bawah umur yang terlibat pidana.

“Jadi ketika ada anak yang tersangkut pidana, pidana anak itu anak yang bermasalah dengan hukum istilahnya, anak berkonflik dengan hukum, jadi jangan diewer-ewer (menyeret-nyeretnya). Waduh, itu masih punya masa depan loh, itu di UU Sistem Peradilan Pidana Anak diatur, anak di bawah 18 tahun itu masih kategori anak. Ojo ewer-ewer untuk jumpa pers kayak gitu,” sambung dia.

Oleh karenanya, Zainal meminta dengan tegas agar Kapolri bisa mengevaluasi Kombes Pol. Irwan Anwar dengan mencopotnya sebagai Kapolrestabes Semarang.

“Maka menurut saya Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, perlu mendapat evaluasi, dan Kapolri supaya [kasus] ini segera clear, copot dulu aja [Irwan Anwar] dari jabatannya,” tegas Zainal. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp