DEMAK, beritajateng.tv – Musibah banjir jilid kedua yang melanda Kabupaten Demak hampir sepekan ini terus meluas. Setidaknya terdapat 14 kecamatan, 10 kecamatan, dan 89 desa terendam banjir di kabupaten tersebut.
Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan kendaraan bermotor, jajaran Satlantas Polres Demak menutup jalan menuju Alun Alun Demak. Hal tersebut imbas meluasnya banjir ke Kecamatan Demak Kota pada Selasa, 19 Maret 2024 siang.
Penutupan jalan tersebut dilakukan di Jalan Sultan Fattah atau menuju ke Alun Alun Demak.
Kasat Lantas Polres Demak, AKP Lingga Ramadhani menyampaikan bahwa sejumlah jalan kota sudah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Adapun hal ini ia sampaikan berdasarkan hasil patroli.
“Selasa siang, sejumlah jalan di Demak Kota seperti Jalan Tembiring, Kelurahan Sampangan, Jalan Kyai Singkil, Jalan Bhayangkara, Jalan Pemuda, dan Kawasan Alun alun demak, sudah terendam banjir. Kami himbau masyarakat menghindari melintas di jalan jalan tersebut,” Kasatlantas.
BACA JUGA: Kunjungi Posko Pengungsian Warga Bersama Bupati, Kapolda Jateng: Banjir Demak Jilid Dua Lebih Parah
Guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, Satlantas Polres Demak terpaksa menutup seluruh ruas jalan menuju Kawasan Alun Alun Demak, mengingat genangan banjir semakin tinggi dan tidak memungkinkan jika kendaraan roda dua dan mobil pribadi melintas di jalaur tersebut.
KBO Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko, mengatakan bahwa penutupan dilakukan di semua jalan menuju pusat kota.
“Ditutup sampai banjir surut,” kata Iptu Djoko.
Ketinggian air capai 80 cm
Di sisi lain, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Reza Adisetya, mengatakan, dari monitoring, banjir telah merendam Jalan Bhayangkara, Jalan Kauman, Jalan Sampangan, Botorejo, dan Kadilangu.
Ia menyebut volume air meningkat hingga ke wilayah Demak Kota lantasan limpasan dari jebolnya tanggul Sungai Merak di Kecamatan Dempet. Hal tersebut membuat sejumlah jalan kota tergenang banjir.
“Meningkat karena imbas dari limpasan Sungai Jajar. Dapat kiriman dari kemarin itu kan dari Merak itu kan jebol, itu airnya sebagian ada yang masuk Kalijajar, menimbulkan volume air yang terus naik di Sungai Jajar,” terangnya.
BACA JUGA: Pasca Banjir, Drainase Penuh Sampah dan Eceng Gondok Hambat Pompa di Semarang
Ia menyebut ketinggian air di wilayah kota antara 20 hingga mencapai 80 cm. Ia mengimbau agar pengendara yang hendak ke Jepara atau Kudus melintasi jalur Lingkar.
“Kurang lebih paling tinggi itu 70 sampai 80 cm. Bervariasi ada yang cuma 20, ada yang 30 cm,” terangnya.
“Jepara lewatnya lingkar, karena kalau lewat Demak Kota sudah gak bisa karena sudah tertutup semua aksesnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





