Spesies ini memakan telur ikan lain, termasuk ikan konsumsi seperti nila dan gabus. Sehingga dapat menghambat regenerasi populasi ikan lokal.
Selain itu, Dinas Perikanan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut.
“Ada yang mencoba mengolah, tetapi kami tidak merekomendasikan. Ikan ini memakan lumut di perairan yang cenderung kotor, sehingga berisiko bagi kesehatan,” tegas Soenarto.
Dengan kondisi yang masih terkendali, Pemerintah Kota Semarang memilih langkah pemantauan aktif sembari menyiapkan strategi penanganan jika diperlukan.
Masyarakat pun pihaknya imbau tetap waspada dan melaporkan jika menemukan lonjakan populasi ikan sapu-sapu di lingkungan sekitar. (*)
Editor: Elly Amaliyah




