Jateng

Dinporabudpar Blora Konservasi Gading Gajah Purba yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo

×

Dinporabudpar Blora Konservasi Gading Gajah Purba yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo

Sebarkan artikel ini
konservasi gading gajah purba
Dinporabudpar Blora lakukan konservasi gading gajah purba pada Selasa, 21 Mei 2024. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Petugas Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Jawa Tengah melakukan konservasi sebuah gading gajah purba di pinggiran sungai Bengawan Solo, Selasa 21 Mei 2024 kemarin.

Setelah tim ahli mengevakuasi cagar budaya kemarin, Fosil gajah purba tersebut kira-kira berusia lebih dari 200 ribu tahun ini, menambah koleksi baru di rumah artefak.

Gading gajah purba ini berjenis elephas hysudrindicus dan memiliki panjang 1,5 meter dengan berat 70 kilogram.

“Saat kita temukan, gading tersebut dalam keadaan utuh dan tertimbun di antara bebatuan sedimentasi sungai yang mulai menyusut,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Budaya Widyarini, Kamis 23 Mei 2024.

BACA JUGA: Ribuan Pelajar di Blora Ramaikan Jalan Sehat dan Launching Sekolah Sehat dalam Rangka Hardiknas 2024

Widyarini menambahkan bahwa gading gajah purba ini akan pihaknya rawat sekaligus akan ada pengawetan agar generasi mendatang dapat menikmatinya.

Proses konservasi ini berlangsung dengan cara membersihkan gading dari kotoran dan lumut, serta memberikan cairan penguat untuk menjaga kelestariannya.

Usia dan Jenis Gajah

Menurut Widyarini, gading gajah purba ini kira-kira berusia lebih dari 200 ribu tahun. Berdasarkan jenisnya, Elephas hysudrindicus, gajah ini hidup di masa Pleistosen, yaitu periode sekitar 2,6 juta tahun lalu dan berakhir sekitar 11.700 tahun lalu.

Penemuan gading gajah purba ini merupakan penemuan yang penting bagi ilmu pengetahuan dan sejarah.

“Fosil ini dapat memberikan informasi tentang evolusi gajah dan lingkungan di masa lampau”, Imbuhnya.

Apresiasi untuk Penemu

Widyarini mengapresiasi kepada pemancing yang telah menemukan gading gajah purba ini dan melaporkannya kepada pihak berwenang.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan melaporkan jika menemukan benda-benda bersejarah lainnya.

Penemuan ini menjadi bukti kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya bangsa untuk generasi mendatang. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp