SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perdagangan (Disdag) tetap mempertahankan 141 pedagang asli agar tetap jualan di lapak Shopping Center Johar (SCJ) Semarang.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, akan melakukan evaluasi pengukuran lapak yang telah berlangsung sejak Rabu lalu.
Pengukuran lapak Shopping Center Johar (SCJ) Semarang lantai 1 dan 2 itu berlangsung sejak Rabu 21 Juni 2023.
“Hari ini kami undang paguyuban pedagang yang akan masuk ke SCJ. Dan ada beberapa masukan atas ukuran lapak yang telah kami ukur kemarin. Nanti kami lakukan evaluasi lagi,” kata Fajar Purwoto usai memimpin rapat penataan pedagang di Kantornya, Jumat 23 Juni 2023.
Ia menyebutkan, ukuran lapak telah dilakukan pengukuran adalah 2 x 3 meter. Sehingga pada lantai 1 ada 110 lapak. Sedangkan, lantai 2 dengan 174 lapak. Namun sebagian pedagang meminta agar ukuran lapak di perkecil yakni 1,5 x 2 meter agar bisa lebih banyak menampung pedagang Johar.
“Jumlahnya memang berkurang tadinya lantai 1 bisa 221 lapak dan lantai 2 bisa 300 an lapak. Nanti kita akan hitung kembali karena untuk menempatkan semua pedagang itu masih kurang,” jelas Fajar.
Pihaknya mengaku tidak akan melakukan pembongkaran di area SCJ baik lantai 1 dan 2. “Kalau ada pembongkaran nanti rusuh, kita cari jalan terbaik agar pedagang tetap bisa aktivitas,” imbuhnya.
Ukur ulang lapak Shopping Center Johar
Fajar menyebut ada sekitar 600-an pedagang akan masuk ke SCJ termasuk pedagang lama.
Pihaknya akan memfasilitasi pedagang SCJ lama untuk masuk mendaftarkan diri melalui e-pandawa. Pihaknya akan mulai pengukuran kembali lapak Shopping Center Johar. Sebelumnya, pedagang lama tidak menggunakan sistem e-pandawa.
Ketua Paguyuban SCJ Semarang, Dwi Nurhayadi berharap agar ukuran lapak tidak jauh berbeda dari ukuran telah di ukur sebelumnya.
Ia mengakui, pedagang asli Shopping Center Johar. Sudah memiliki konsep berdagang semenjak mereka masih menyewa lapak pada pihak ketiga.





