SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan berjalan transparan tanpa praktik jalur titipan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mohammad Ahsan mengatakan, memastikan proses penerimaan murid baru tahun ini hanya menggunakan jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah.
Hal ini Ahsan sampaikan saat membuka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang Dinas Pendidikan Kota Semarang gelar pada, Senin, 18 Mei 2026.
Hardiknas Semarang 2026 berlangsung semarak sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen pendidikan inklusif di Kota Semarang.
Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi kegiatan. Mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, guru, hingga anak berkebutuhan khusus turut ambil bagian dalam rangkaian acara yang berlangsung meriah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mohammad Ahsan, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti semangat masyarakat terhadap dunia pendidikan yang inklusif dan merata.
“Kalau jumlah peserta tadi penuh ruangannya. Undangannya sepertinya mencapai seribu orang dan pesertanya dari berbagai kalangan pendidikan. Mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga anak-anak berkebutuhan khusus juga kami beri kesempatan untuk tampil dan hadir,” ujar Ahsan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur pendidikan menjadi cerminan visi Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil tanpa diskriminasi.
“Ini merupakan cerminan visi kami, Pemerintah Kota Semarang dan Dinas Pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang merata, adil untuk semuanya, tidak ada diskriminasi,” katanya.
BACA JUGA: SPMB 2026 Disdik Semarang Perkuat Pendaftaran Jalur Afirmasi, Tak Diterima di Negeri Otomatis ke Sekolah Swasta
Dalam momentum tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga resmi meluncurkan pelaksanaan SPMB 2026.
Ahsan memastikan proses penerimaan murid baru tahun ini hanya menggunakan jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah.
“SPMB kita laksanakan sesuai ketentuan. Hanya ada empat jalur, tidak ada jalur lain, tidak ada istilah jalur titipan juga tidak ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga transparansi dan keadilan selama proses penerimaan peserta didik berlangsung. Agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.
“Kami berkomitmen menjaga itu dan masyarakat juga harus memahami bersama-sama sehingga SPMB bisa berjalan lancar dan adil untuk semuanya,” lanjutnya.
Selain memastikan proses seleksi berjalan objektif, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menjamin daya tampung sekolah di Kota Atlas masih mencukupi untuk seluruh anak usia sekolah.
Menurut Ahsan, keberadaan sekolah negeri maupun swasta di Semarang dinilai mampu menampung peserta didik dari jenjang TK hingga SMP.
“Jumlah sekolah negeri dan swasta di Kota Semarang cukup untuk menampung seluruh anak usia sekolah, mulai jenjang TK, SD sampai SMP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat juga memiliki banyak pilihan pendidikan karena selain sekolah umum tersedia madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
“Ada TK, RA, SD, MI, SMP, MTS, baik negeri maupun swasta. Semua itu cukup untuk menampung anak usia sekolah di Kota Semarang. Masyarakat tinggal menentukan pilihannya,” tandas Ahsan.
Di sisi lain, program sekolah swasta gratis juga terus diperluas. Tahun ini, tercatat sebanyak 133 sekolah swasta ikut terlibat dalam program tersebut.
Pihaknya memastikan informasi detail mengenai kuota dan mekanisme SPMB 2026 nantinya dapat diakses masyarakat secara daring saat sistem resmi dibuka.
Melalui peringatan Hardiknas 2026, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat pemerataan pendidikan semakin kuat. Sekaligus membangun sistem penerimaan murid baru yang bersih, transparan, dan berpihak pada hak belajar seluruh anak. (*)





