“Padahal rambunya sudah jelas. Namun namanya pengendara pinginnya cepet-cepetan. Mereka alasannya sebentar ngambil barang terus pergi lagi. Namun jika kendaraan menumpuk justru menjadi suatu gangguan lalu lintas. Jadi harus kami tertibkan supaya masuk ke kantong parkir yang ada,” imbuhnya.
Dody mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi dengan DP Mall agar bisa menyiapkan kantong-kantong parkir untuk roda dua, terutama untuk karyawan dan Ojol.
“Untuk parkir di sini, namanya parkir tiban. Jadi kadang tidak ada jukir (Juru Parkir) yang mengatur. Mereka hanya menempatkan motor dan langsung masuk mall, sehingga tidak ada pemasukan buat siapapun,” tutur dia.
Meski demikian, pengendara yang menaruh kendaraan di tepi jalan, jelas akan menggangu lalu lintas sekitar Mall. Terlebih, di lokasi tersebut merupakan kawasan perhotelan dan perkampungan serta jalan tembus yang kerap jadi jalur alternatif warga. (*)
Editor: Elly Amaliyah





