“Kemarin kan sebelum turun hujan ada sentra cabai dan ada yang non sentra, jadi kemarin itu kering dan mereka tidak bisa nanam padi, mereka beralih nanam cabai. Begitu ada hujan otomatis non sentra itu akan kembali ke core bisnisnya, padi ya padi,“ jelas Ratna.
Secara statistik, Ratna akui bahwa pasokan cabai di Jawa Tengah tergolong surplus. Kendati demikian, cabai di Jawa Tengah juga dikirim ke luar wilayah yang menyebabkan harga bisa naik.
BACA JUGA: Video Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 54 Ribu
“Cabai itu kan barang bebas, produksi di Jateng bisa saja dikonsumsi dari luar Jateng, tetapi kalau dari data produksi konsumsi itu cukup,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





