Terkait pembinaan atlet, Masrofi menjelaskan Pemprov Jawa Tengah menerapkan skema pembinaan terpusat melalui fasilitas di GOR Jatidiri, Kota Semarang. Ia menyebut Pemprov Jawa Tengah memfasilitasi atlet-atlet binaan secara penuh, mulai dari pembiayaan, asrama atlet, hingga pendidikan formal.
“Kita membina atlet melalui PPLP di GOR Jatidiri sejak lulus SMP hingga SMA. Pemprov menyiapkan asrama, sekolah juga tersedia di GOR Jatidiri. Jadi kami membina atlet-atlet ini secara berkelanjutan agar mampu berprestasi,” katanya.
BACA JUGA: Atlet Wushu Kabupaten Semarang Sukses Persembahkan Medali Emas SEA Games Thailand
Selain atlet binaan Pemprov, Masrofi menyebut terdapat pula atlet yang KONI dan masing-masing cabang olahraga bina. Masrofi berharap, dengan Dinas Pemuda dan Olahraga yang kini berdiri sendiri, pembinaan atlet di Jawa Tengah dapat berjalan lebih fokus dan terarah.
“Kalau atlet binaan KONI dan cabor jumlahnya sangat banyak. Terus bermunculan sehingga tidak bisa kita hitung satu per satu. Harapannya tentu prestasi olahraga Jawa Tengah semakin meningkat,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





