SEMARANG, beritajateng.tv – Pemisahan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai membuka ruang fokus baru bagi pengembangan prestasi olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Masrofi, menegaskan Dispora kini bisa lebih optimal membina atlet tanpa terbagi dengan urusan pariwisata dan kebudayaan.
Masrofi menyampaikan, pemisahan organisasi perangkat daerah tersebut resmi berlaku setelah pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon II pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Bangga, Atlet Silat Sumbang Emas di SEA Games Thailand 2025
“Dengan SOTK terbaru, pemerintah provinsi telah membagi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata menjadi dua. Satu Dinas Kepemudaan dan Olahraga, satunya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif,” ujar Masrofi saat beritajateng.tv temui di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Hanung Triyono kini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif setelah sebelumnya memimpin Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya.
“Dengan struktur ini, kami di Dinas Pemuda dan Olahraga tentu fokus meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Tengah, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat,” tegasnya.
Target Pertahankan Juara Umum di ASEAN Para Games
Masrofi menyebut, Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah saat ini juga menargetkan prestasi atlet di level internasional. Salah satunya melalui ajang ASEAN Para Games.
“Sekarang sedang ada ASEAN Para Games di Thailand. Sebelumnya Indonesia juara. Atlet dari Jawa Tengah itu mendominasi,” katanya.
Ia mengklaim, dari total sekitar 68 cabang olahraga, atlet asal Jawa Tengah mengikuti 62 cabang pada ajang tersebut.
“Insyaallah kita pertahankan juara umum di ASEAN Para Games tingkat Asia Tenggara,” ujar Masrofi.





