Ekbis

Di Tengah Isu Royalti, Stasiun Tawang Tetap Putar Instrumen Gambang Semarang

×

Di Tengah Isu Royalti, Stasiun Tawang Tetap Putar Instrumen Gambang Semarang

Sebarkan artikel ini
Ditengah Isu Royalti, Stasiun Tawang Tetap Putar Instrumen Gambang Semarang
Stasiun Tawang Semarang Bank Jateng. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kekhawatiran adanya royalti masih menjadi persoalan besar bagi beberapa tempat usaha bahkan stasiun di Jawa Tengah.

Di Stasiun Solo lagu Stasiun Balapan ciptaan Didi Kempot tak lagi berputar di area-area milik KAI itu lantaran permasalahan royalti. Meski demikian, berbeda dengan Stasiun Solo, di Stasiun Tawang Semarang justru masih memutar instrumen Gambang Semarang.

Instrumen tersebut akan terdengar ketika ada kedatangan kereta api (KA), ataupun keberangkatan KA di stasiun berdiri sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1914 itu.

BACA JUGA: Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, KAI Ingin Kembalikan Bentuk Sesuai Fasadnya

Manager Humas PT. KAI Daop 4, Franoto Wibowo mengaku jika instrumen Gambang Tawang masih mengalun di strasiun rancangan arsitek asal Belanda Sloth Blauwboer itu.

“Kita masih memutar instrumen Gambang Semarang, saat kereta datang ataupun berangkat,” kata Frans, sapaan akrabnya.

Frans menjelaskan, terkait royalti pihaknya patuh dengan aturan yang ada. Menurut dia, royalti instrumen Gambang Semarang, telah lebih dahulu kantor pusat selesaikan dalam hal royalti. Sehingga sampai saat ini, pihaknya tidak ada yang mempermasalahkan instrumen tersebut mengalun di stasiun-stasiun KAI.

“Mungkin ada dan semua jadi urusan kantor pusat kami. Sehingga aman mengalun di Stasiun Tawang,” jelasnya.

Adapun instrumen Gambang Semarang yang lagunya diciptakan Oey Yok Siang, diputar di Stasiun Tawang bukan tanpa sebab.

Hal ini lanjut Frans, berjalan bukan tanpa alasan, kerana pihak PT KAI berusaha untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya yang ada di Kota Semarang.

“Karena Stasiun Tawang merupakan bangunan cagar budaya, dan sekaligus kita melestarikan kearifan lokal dan budaya di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp