Bahkan, angka kemiskinan di Jateng mengalami penurunan dari 9,58% pada 2024 menjadi 9,48% pada 2025.
“Investasi ini menjadi suatu daya tarik tersendiri dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi baru di tempat kita,” katanya.
Menurut Luthfi, para investor banyak tertarik menanamkan investasinya di Jawa Tengah, terutama di sejumlah kawasan industri di provinsi ini. Oleh karena itu, ia mendorong kepada bupati/walikota di wilayahnya agar mengusulkan kawasan industi baru.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Kota Semarang berada pada momentum terbaiknya dalam iklim investasi. Infrastruktur terus digenjot, iklim sosial yang stabil, sumber daya manusia yang kompeten, dan perkonomian yang tumbuh konsisten.
“Inilah saat yang tepat untuk berinvestasi, di mana pondasinya kuat dan peluangnya terbuka lebar. Saat ini Semarang sedang menempatkan dirinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya. (*)





