SEMARANG, beritajateng.tv – Dukungan lagi-lagi datang kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto, untuk maju sebagai Gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2024 mendatang.
Founder Cyrus Network sekaligus konsultan politik, Hasan Nasbi, mendukung Bambang Pacul menjadi Gubernur Jateng alias Jateng 1. Dukungannya sontak ia sampaikan saat mengakhiri PodCast unggahan Total Politik pada Selasa, 13 Februari 2024 lalu.
Mulanya, kedua host PodCast Total Politik, Arie Putra dan Budi Adiputro, menyebut ‘korea’ sebagai kata yang melekat erat pada Bambang Pacul. Hasan pun langsung menyerukan dukungan untuk Bambang Pacul agar maju sebagai Gubernur Jateng.
“Tetapi kita sepakat dahulu, beliau harus jadi gubernur. Beliau harus jadi Gubernur Jawa Tengah,” ungkap Hasan.
Kaget dengan pernyataan tersebut, Arie dan Budi menanyakan kembali maksud dari Hasan Nasbi. Pihaknya merespons bahwa Jateng sebagai provinsi mestinya terkonsolidasi dengan baik. Mengingat, Jateng memiliki jumlah kabupaten/kota yang tak sedikit, yakni sebanyak 35 kabupaten/kota.
“Saya ingin lihat Jawa Tengah itu tertib ininya, terkonsolidasi dari provinsi sampai kabupaten/kota, karena korea-korea ini, korea-korea itu berbaris di sana, [Bambang Pacul] harus jadi Gubernur Jawa Tengah,” tegas Hasan.
Hasan Nasbi: Bambang Pacul maju Gubernur Jateng itu aspirasi
Majunya Bambang Pacul dalam kontestasi Pilkada Jateng, bagi Hasan, merupakan momen yang sangat penting.
“Penting itu, ini aspirasi dan simbol rekonsiliasi. Korea jadi Gubernur Jawa Tengah itu simbol rekonsilisasi,” ungkapnya.
Bahkan, Hasan meyakini jajaran elite akan memberikan restu bagi Pacul untuk memimpin provinsi yang sebelumnya dipegang oleh Ganjar Pranowo selama 10 tahun itu.
“Dan saya yakin seluruh republik setuju, elite, ya. Kalau masyarakat harus kita adu di bawah, tapi saya yakin kalau elite di seluruh republik setuju,” papar Hasan.
Dalam hematnya, daya tarik kuat yang Pacul miliki bukanlah alasan utama mengapa pihaknya mendorong Ketua Komisi III DPR RI itu untuk memimpin Jawa Tengah. Di antara banyak tokoh yang masuk dalam bursa Pilgub Jateng, Hasan meyakini bahwa Pacul yang paling layak.
“Bukan daya tarik, tapi soal kelayakan. Kalau bicara di Jateng [itu] di jejeran (jajaran) orang penting, tiba-tiba muncul satu [Bambang Pacul]. Ini soal kelayakan dan kapasitas,” akunya.
Hasan pun sedikit menyinggung konflik internal Pacul dengan Ganjar yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu.
“Dan ujian jadi gubernur, jangan bilang orang saja jelek, kita harus buktikan kalau kita juga bagus,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




