SEMARANG, beritajateng.tv – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengakselerasi digitalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah selama Ramadan hingga Zulhijah 2026.
Melalui program bertajuk Ramadhan Manis Pakai QRIS, BI mengajak masjid-masjid di seluruh Jateng memanfaatkan QRIS sebagai sarana penghimpunan dana umat secara digital.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menegaskan digitalisasi ZIS menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai.
“Melalui QRIS, BI ingin menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk bersedekah secara praktis. Di sisi lain, sistem ini juga memastikan transaksi lebih transparan dan akuntabel,” ujar Mohamad Noor Nugroho usai konferensi pers di Kantor BI Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, perluasan QRIS di masjid bukan sekadar inovasi teknis, tetapi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah.
Dengan sistem pembayaran digital, proses pencatatan menjadi lebih rapi dan risiko kesalahan administrasi dapat kita tekan.
Program ini menargetkan 105 masjid yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, mulai dari masjid agung, masjid besar, hingga masjid jami.
BACA JUGA: Stok Bahan Pangan di Jateng Aman Tapi Harga Naik, LP2K: Persoalannya Rantai Distribusi Belum Optimal
BI juga menyiapkan apresiasi berupa hadiah hewan kurban bagi masjid dengan penghimpunan ZIS digital tertinggi QRIS selama periode program.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Nita Rachmenia, mengatakan langkah tersebut menjadi bentuk motivasi agar pengurus masjid semakin optimal memanfaatkan QRIS.
“Ini bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana masjid bisa beradaptasi dengan perkembangan sistem pembayaran digital. Dengan transaksi tercatat secara elektronik, akuntabilitas lebih terjaga dan kepercayaan jamaah meningkat,” jelas Nita.
Menurutnya, kemudahan pembayaran digital juga mendorong partisipasi generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Jamaah cukup memindai kode QRIS melalui ponsel tanpa perlu membawa uang tunai, sehingga proses donasi menjadi cepat dan efisien.
Dari sisi capaian, penggunaan QRIS di Jawa Tengah menunjukkan tren yang kuat. Hingga Januari 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 8,3 juta orang, menempatkan provinsi ini di posisi ketiga terbesar secara nasional.
Volume transaksi menyentuh 149 juta kali. Sementara jumlah merchant QRIS telah menembus 4,6 juta unit usaha, di dominasi sektor UMKM.
Capaian tersebut menunjukkan transformasi digital di Jawa Tengah tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan atau sektor bisnis. Tetapi juga merambah ruang ibadah dan kegiatan sosial keagamaan.
Melalui kolaborasi ini, Bank Indonesia berharap budaya berbagi di bulan Ramadan semakin semarak dan selaras dengan perkembangan teknologi keuangan.
Digitalisasi zakat, infak, dan sedekah diharapkan mampu memperluas jangkauan donasi sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan dana umat di Jawa Tengah. (*)
Editor: Elly Amaliyah





