“Dalam beberapa hari ini kami pantau melalui inspeksi mendadak (sidak). Harga minyak goreng masih mengalami kenaikan, walaupun Pemerintah Pusat sudah mencanangkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nyatanya harganya belum bisa standar, yakni Rp18 ribu sampai Rp 20 ribu per liter untuk kemasan premium,” ucapnya.
Heru Cahyono memastikan stok minyak goreng di Kabupaten Semarang cukup. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mendapat stok 70 ton minyak goreng untuk operasi pasar. Stok minyak goreng tersebut akan disebar ke seluruh pasar di Kabupaten Semarang.
Selain minyak, kenaikan harga juga terjadi pada kedelai sebagai bahan baku utama tempe dan tahu, yakni dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Meski begitu, stok kedelai di Batang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan, lanjutnya, adalah telur ayam ras sebesar Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan stoknya masih mencukupi karena Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentral penghasil telur di Jateng. Ditambahkan, daging sapi juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 115 ribu. Harga cabai merah besar Rp 52 ribu per kilogram, cabai merah keriting 51 ribu per kilogram. (*)





