DPRD Dorong Pemerintah Jaga Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran

Para narasumber dalam FGD "Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran". (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 15/4 (beritajateng.tv) – Pemerintah diminta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. DPRD Jateng berharap kenaikan harga sembako masih dalam batas kewajaran sehingga tak merugikan masyarakat.

“Kami berharap Pemkab Semarang menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok ini tak naik terlalu tinggi. Kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok biasanya terjadi akibat peningkatan permintaan, distribusi tidak lancar dan psikologi konsumen,” kata Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang hadir secara daring dalam Focus Group Discussion (FGD) “Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran” yang digelar di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (14/4/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengatakan, dalam pengamatan pihaknya, harga sejumlah komoditas memang naik. Diantaranya beras dan gula. Namun dia menilai kenaikan harga masih dalam batas kewajaran dan masyarakat bisa menerima.

“Masyarakat menerima karena kenaikan harga hanya di momen ini saja. Fluktuasi harga paling tinggi memang terjadi pada minyak goreng. Karena minyak goreng kemasan harganya mahal, banyak masyarakat beralih ke minyak curah,” katanya dalam FGD yang dipandu moderator Ahmad Nurkholis tersebut.

Dikatakannya, siklus kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok setiap tahun selalu terjadi, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dia meminta pemerintah memantau ketat distribusi barang agar tak ada yang melakukan penimbunan demi mengambil keuntungan pribadi.

“Pemantauan ketat perlu dilakukan, terutama pada distributor maupun agen besar di Kabupaten supaya tidak memainkan harga melalui stok. Jangan sampai ada aksi penimbunan,” tegasnya

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang , Heru Cahyono mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif aman. Dari pemantauan di 33 pasar tradisional, kenaikan harga masih berkisar 5 hingga 10 persen.

Meski begitu, kenaikan harga diprediksi masih bisa terjadi lagi beberapa hari menjelang Lebaran. Pemerintah berupaya menjaga kestabilan kenaikan harga dengan tidak melebihi ambang normal yakni 25 persen.

“Dalam beberapa hari ini kami pantau melalui inspeksi mendadak (sidak). Harga minyak goreng masih mengalami kenaikan, walaupun Pemerintah Pusat sudah mencanangkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nyatanya harganya belum bisa standar, yakni Rp18 ribu sampai Rp 20 ribu per liter untuk kemasan premium,” ucapnya.

Heru Cahyono memastikan stok minyak goreng di Kabupaten Semarang cukup. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mendapat stok 70 ton minyak goreng untuk operasi pasar. Stok minyak goreng tersebut akan disebar ke seluruh pasar di Kabupaten Semarang.

Selain minyak, kenaikan harga juga terjadi pada kedelai sebagai bahan baku utama tempe dan tahu, yakni dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Meski begitu, stok kedelai di Batang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan, lanjutnya, adalah telur ayam ras sebesar Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan stoknya masih mencukupi karena Kabupaten Semarang merupakan salah satu sentral penghasil telur di Jateng. Ditambahkan, daging sapi juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 115 ribu. Harga cabai merah besar Rp 52 ribu per kilogram, cabai merah keriting 51 ribu per kilogram. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.