DPRD Jateng Dorong Pemprov Tingkatkan Literasi Digital

Para narasumber dalam dialog Aspirasi Jateng "Optimalisasi Media Sosial dalam Pemberdayaan Ekonomi” di Studio TATV Solo. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SOLO, 19/9 (beritajateng.tv) – Era digital memberi kemudahan bagi banyak hal. DPRD Jateng meminta masyarakat memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan, saat ini hampir semua orang memiliki ponsel. Sarana tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk belajar dan menjalankan usaha.

“Jempol ini dengan sekali klik, bisa mengakses segala macam informasi. Inilah fenomena era 4.0 bahkan mulai masuk 5.0. Maka orang pun harus berubah,” kata Ferry saat menjadi narasumber dalam dialog Aspirasi Jateng “Optimalisasi Media Sosial dalam Pemberdayaan Ekonomi” di Studio TATV Solo, Selasa (13/9/2022).

Dia juga mendorong Pemprov Jateng memberikan lebih banyak akses internet ke masyarakat. Termasuk menambah jumlah desa digital.

“DPRD meminta kepada Pemprov Jateng supaya seluruh wilayah bisa terakses internet. Di masing-masing desa harus ada ada spot center digital untuk kegiatan ekonomi kreatif,” papar dalam acara yang dipandu Host Nurkholis dan Co Host Tiarasita tersebut.

Pemerintah juga perlu mendorong literasi dunia digital agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif melek digital.

“Mereka perlu dilatih memasarkan, bertransaksi dengan dunia digital. Dilatih menggunakan kata kunci, dihubungkan dengan sektor lain. Ini perlu pelatihan dan dorongan,” ungkapnya.

Kepala Bidang E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Jateng, Iswahyudi mengatakan, sebenarnya masyarakat Jateng sudah melek media sosial. Terbukti data dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet (APJI) menyebutkan 76 persen warga Jateng sudah menggunakan internet. Dari persentase itu 88 persen sudah “bermain”media sosial.

“Itu artinya 8 dari 10 orang di Jateng sudah melek media. Tinggal pemerintah untuk mengoptimalkan jaringan internet. Tercatat sampai sekarang ini ada 800 lokasi di Jateng masih blank spot. Harapannya ke depan lokasi itu bisa masuk jaringan internet,” ungkap dia.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr Mulyanto mengatakan, dengan kecanggihan teknologi, sebuah produk sekarang ini mudah ditawarkan. Mencari apapun juga mudah. Marketplace mulai menggeser pasar konvensional. Pelaku usaha tinggal mengoptimalkan produknya supaya bisa menambah nilai jual.

Bagi dia, dengan kemudahaan mengakses pemasaran maka ada tiga kunci yang harus dilakukan. Pertama dari kesungguhan seorang produsen untuk mengoptimalkan pemasarannya. Kedua dorongan pemerintah dalam memberikan pelatihan serta kemudahaan akses terutama pemasaran. Ketiga adalah pembangunan, dalam hal ini sarana prasarana jaringan internet.

“Sekarang dengan hanya buat video, narasi, produk bisa ditawarkan selama 24 jam. Branding produk harus gencar dilakukan. Sasaran pemasaran pun juga harus jelas,” ucapnya. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply